KULON PROGO - Tanggul sodetan Kali Papah di Padukuhan Sentolo Lor, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, terancam ambrol.
Bangunan terowongan pengalir Sungai Papah yang dibangun sejak 1983 itu mengalami keretakan dan belum pernah diperbaiki selama lebih dari 40 tahun.
Ini berisiko membahayakan fasilitas umum (fasum) di atasnya, termasuk jalan lingkungan dan rel kereta api.
Dukuh Sentolo Lor Joko Santoso mengatakan, kondisi tanggul sodetan perlu perbaikan.
Utamanya, bagian terowongan berbahan pasangan batu yang telah termakan usia. Lantaran umurnya lebih dari 40 tahun, dan belum pernah mendapat perbaikan.
"Sejak dibangun sampai sekarang tidak pernah ada perbaikan," ucap Joko, Minggu (25/1/2026).
Baca Juga: Etawaku Platinum, Jawab Kebutuhan Nutrisi Susu, Tanpa Bau Amis dan Rendah Gula
Joko menjelaskan, sodetan Kali Papah memiliki struktur terowongan sepanjang 500 meter, serta tanggul arah aliran air.
Tanggul pada sodetan mulai mengalami kerusakan berupa keretakan. Membuat, area terowongan juga ikut mengalami retak.
Bangunan berusia puluhan tahun itu, berfungsi mengalirkan Kali Papah untuk menembus lahan di atasnya.
Jika kerusakan terus dibiarkan, terowongan akan ambrol. Akibatnya, aliran Kali Papah dapat tersumbat sewaktu-waktu.
Di samping itu, di atas terowongan terdapat jalan lingkungan, rel kereta api, dan fasum.
Jika terowongan ambrol, dipastikan kerusakan akan berdampak ke fasilitas umum di atasnya. Sehingga, perbaikan harus dilakukan sesegera mungkin.
"Lahan di atas sodetan sudah digunakan warga, untuk kegiatan KWT ataupun kepemudaan," ungkapnya.
Baca Juga: Prof. Ana Nadhya Abrar: Putusan MK Tegaskan Wartawan Sebagai Pelaku Kegiatan Intelektual
Joko menyebut, status kepemilikan tanah di atas sodetan tak diketahui pemiliknya.
Namun, pemanfaatannya digunakan untuk kegiatan masyarakat. Bahkan lahan tersebut, menjadi bagian dari bumi perkemahan. Sehingga, perbaikan diharapkan dapat terealisasi.
Pihaknya telah berupaya mengusulkan perbaikan. Salah satunya dengan cara mengundang DPRD DIY, untuk meninjau urgensi perbaikan sodetan Kali Papah.
Selain mendorong perbaikan, pihaknya juga berkonsultasi kaitannya dengan status lahan.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi C DPRD DIJ Amir Syarifuddin menjelaskan, pihaknya telah meninjau lokasi bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).
Pihaknya menyoroti kerusakan sodetan Kali Papah yang selama ini tak memperoleh perbaikan.
"Kondisi rusak rawan ambles, dan selama ini tidak ada perawatan rutin," ungkapnya.
Amir meminta agar BBWSSO segera menindaklanjuti perbaikan sodetan. Pasalnya, terdapat akses vital rel kereta dan jalan di atasnya.
Selain perbaikan, perlu ada perawatan rutin untuk memantau keseluruhan sodetan.
DPRD DIY juga meminta BBWSSO melakukan peninjauan lahan. Tujuannya, agar saat perbaikan nanti status lahan bukan lagi permasalahan. Utamanya, yang berhubungan dengan lahan warga. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita