Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Sebulan Tidak Diangkut, Timbulkan Bau Tak Sedap: Sampah di Pasar Induk Giwangan Menggunung hingga Muncul Lalat dan Tikus

Guntur Aga Tirtana • Senin, 26 Januari 2026 | 21:35 WIB

IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

 

MEMBLUDAK: Sampah limbah buah dan sayur yang menggunung di Pasar Induk Giwangan, kemarin (26/1). Kondisi itu sudah berlangsung sampai satu bulan lebih.

 

 

Tumpukan sampah muncul di sejumlah titik di Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan, Kota Jogja, Senin (26/1/2026).
Tumpukan sampah muncul di sejumlah titik di Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan, Kota Jogja, Senin (26/1/2026).

JOGJA - Kondisi sampah di Pasar Induk Giwangan kini memprihatinkan. Pasalnya, selama lebih dari satu bulan sampah pada salah satu pasar tradisional di Kota Jogja itu dilakukan pengangkutan oleh Dinas Perdagangan.

Pantauan Radar Jogja, sampah menggunung di depan los buah-buahan pasar. Jenis sampah didominasi buah dan sayuran busuk, serta dibiarkan terbuka di dekat bangunan pasar.

Selain itu, ada sebagian sampah yang dibungkus menggunakan karung. Namun hanya menumpuk di depan taman dan depo.

 Baca Juga: Resmi Ditahan dan Diberhentikan Sementara, Kades Salamkanci Magelang Tersandung Korupsi Proyek Air Bersih Senilai Rp 405 Juta

Salah satu pedagang sayuran Salamah mengatakan, penumpukan sampah terjadi karena selama lebih dari satu bulan Depo Pasar Induk Giwangan tidak dibersihkan. Alhasil, pedagang tidak bisa membuang dan sampah hanya dibiarkan di lingkungan sekitar pasar.

Salamah mengaku, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas pedagang maupun pembeli. Lantaran bau tidak sedap timbul dari tumpukan sampah.

“Sebenarnya kami maupun pembeli sangat terganggu. Tapi mau bagaimana lagi, karena sampah juga tidak diangkut-diangkut,” ujar Salamah saat ditemui, Senin (26/1/2026).

 Baca Juga: Komisi III DPR RI Akan Panggil Kapolresta Sleman dan Kajari Sleman Buntut Kasus Hogi Minaya, Kajari Sebut Belum Ada Undangan Resmi

Pedagang lain, Mini juga mengeluhkan timbulnya lalat dan tikus akibat penumpukan sampah. Dia ingin agar masalah tersebut bisa segera diatasi oleh pemerintah.

Menurutnya, pedagang sebenarnya sudah melakukan langkah pengolahan sampah. Namun karena limbah buah dan sayuran yang timbul cukup besar, upaya pengolahan tidak berjalan dengan baik.

“Sudah pernah dicoba (pengolahan),  mungkin karena banyaknya itu jadi tidak optimal. Soalnya di sini kan banyak banget, (limbah) jeruk saja bisa berton-ton,” ungkap pedagang buah-buahan ini.

 Baca Juga: Mobilnya Hangus Terbakar di Magelang, Keberadaan Sosok Pengemudi Kini Dicari Polisi

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani mengakui sistem pengolahan sampah di pasar-pasar tradisional sedang mengalami kendala.

Lantaran sejak awal Januari lalu pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan ditutup.

Ambar sudah meminta agar pedagang bisa membantu pengolahan sampah. Sebab kondisi limbah buah-buahan sudah menumpuk cukup lama.

“Kami imbau pedagang untuk mengelola mandiri,” jelas Ambar. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pasar tradisional #Pasar Giwangan #sampah menggunung #pasar induk #bau tak sedap