Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tiga Rumah di Sleman Rusak, Dua karena Angin Kencang, Satu Lainnya akibat Gempa

Delima Purnamasari • Rabu, 28 Januari 2026 | 20:33 WIB

 

SIMBOLIS: Penyerahan bantuan pada pemilik rumah terdampak angin kencang.
SIMBOLIS: Penyerahan bantuan pada pemilik rumah terdampak angin kencang.

SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat ada tiga rumah rusak pada Selasa (27/1). Satu akibat gempa, sementara dua lainnya karena hujan deras disertai angin kencang yang terjadi setelahnya. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro menyebut, lokasi rumah rusak karena gempa berada di Gayamharjo, Prambanan. Teras rumah roboh dan menimpa pemilik rumah atas nama Paiyem, 50, dan menantunya bernama Yuli, 40. Bambang menyebut, penanganan berupa pembersihan puing-puing runtuhan sudah dilakukan. 

"Korban atas nama Paiyem sempat pingsan dan kepalanya kena benturan. Sekarang sudah sadar dan sehat," jelasnya lewat keterangan tertulis Rabu (28/1). 

Sementara untuk rumah rusak diakibatkan hujan deras dan angin kencang, berlokasi di Perum Citra Alam Sejahtera, Minomartani, Ngaglik. Kerusakan berupa dinding ambrol sepanjang 16 meter dengan tinggi dua meter. Selain itu, di Jalan Kapten Haryadi, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik juga tercatat pohon tumbang menimpa mobil dan melintang jalan. 

"Mobil milik Heri Agung Wijanto mengalami kaca pecah di bagian depan. Sudah terkondisi," kata Bambang. 

Sementara titik lainnya berlokasi di Margomulyo, Seyegan. Ada satu titik dengan kejadian pohon tumbang menimpa rumah. Untuk saat ini penanganan sudah selesai dilakukan. Bambang menyebut, selain melakukan penanganan, BPBD juga mendistribusikan bantuan darurat.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, gempa mengakibatkan dua rumah terdampak. Berada di Kalurahan Srihardono, Pundong dan Kalurahan Srigading, Sanden.

"Satu rumah di Srihardono terdapat dua lembar plavon rontok dan satu rumah di Srigading mengalami tembok retak sepanjang dua meter," sebutnya. 

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 500 ribu. (del/cin/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#gempa #rusak #hujan deras #BPBD Sleman #SLEMAN #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #Angin Kencang