Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Sang Ibu Kemoterapi, Ariendra Ralea Tetap Bersekolah sambil Rawat Adiknya, Nilai di Atas Rata-Rata, Ingin Jadi Dokter

Anom Bagaskoro • Rabu, 28 Januari 2026 | 21:15 WIB

 

BENTUK TANGGUNG JAWAB: Ariendra Ralea harus membawa sang adik saat sekolah setiap hari. Hal ini dilakukannya karena ibu sedang menjalani kemoterapi.
BENTUK TANGGUNG JAWAB: Ariendra Ralea harus membawa sang adik saat sekolah setiap hari. Hal ini dilakukannya karena ibu sedang menjalani kemoterapi.

KULON PROGO - Himpitan sosial serta kondisi keluarga membuat Ariendra Ralea, 9, rela menghabiskan waktu bersekolah sambil merawat adiknya. Hal ini dilakukan karena sang ibu sedang menjalani perawatan kemoterapi.

Setiap hari, rutinitas bocah perempuan yang belum genap sepuluh tahun ini tak lepas dari bersekolah. Namun tak seperti siswa pada umumnya. Dia harus turut serta membawa adiknya Reyfan Elcaraka yang berusia tiga tahun.

Bersama Reyfan, Ralea akan mengayuh sepeda merah mudanya dari Padukuhan Mentobayan, Salamrejo, Sentolo. Dari rumah kontrakan itu, dia tidak langsung menuju sekolah. Ralea akan mampir ke rumah temannya yang berjarak sekitar satu kilometer.

"Boncengan naik sepeda sama adik, lalu diantarkan orang tua teman menggunakan sepeda motor," ucap Ralea saat ditemui awak media di SDN Gembongan Rabu (28/1).

Namun hal itu tidak terjadi terus menerus. Ada kalanya, Ralea bersama adik dan rekannya akan berjalan kaki ke sekolah. Jaraknya hanya sekitar 100 meter.

Sesampainya di sekolah, sang adik akan duduk tenang dan sabar menunggu Ralea belaja. Selama itu pula, Reyfan hanya akan duduk di kursi samping kakaknya. Terhitung sudah berjalan enam bulan.

Tepat saat sang ibu Rubiyanti, 36, harus menjalani perawatan karena kanker payudara. “Jadi adik pertama saya bawa ke sekolah,” katanya. 

Sedangkan adik keduanya yang berusia dua tahun, akan ikut ibu menjalani perawatan. Awalnya, perawatan hanya dijadwalkan dua kali seminggu di RSPAU Hardjolukito. Kondisi itu terus berlanjut hingga awal 2026. Kemoterapi hampir dilakukan setiap hari. Otomatis setiap hari pula, Ralea perlu merawat adik pertamnya sambil bersekolah.

"Tidak masalah, tetap belajar, adik juga tidak mengganggu," ungkapnya.

 

Kepala Sekolah SDN Gembongan Pri Hastuti Komarul pun tidak mempermasalahkan kondisi Ralea. Sebelumnya, sang ibu telah terlebih dahulu meminta izin ke sekolah. Agar Ralea tetap bisa sekolah sambil merawat satu adiknya.

Untuk mendukung agar anak dapat memperoleh hak belajar, sekolah pun memberikan izin. Mulai dari situ, setiap harinya Ralea membawa adiknya ke sekolah. Sempat beberapa siswa menanyakan terkait kondisi itu. Namun, sekolah menjadikan kondisi itu sebagai contohnya kepedulian sesama.

Selama ini, kegiatan belajar tetap berjalan normal. Adik Ralea mengikut KBM selayaknya murid lain. “Terkadang saat bosan, adiknya akan keluar kelas untuk bermain sendiri,” bebernya.

Di samping itu, sosok Ralea terkenal sebagai siswa yang cerdas. Bahkan nilai akademiknya, mengungguli teman-teman sejawatnya. Memiliki hobi membaca dan menulis, guru SDN Gembongan sempat tertarik membaca tulisan Ralea yang menggambarkan cita-citanya. Dia berkeinginan menjadi dokter dan hendak membangun rumah sakit. Tujuan mulia ini, tak lepas dari pengalaman ibunya yang sedang menjalani perawatan.

Sekolah, lanjutnya, rutin memberikan bantuan berupa sarpras penunjang belajar. Selain itu, Ralea mendapatkan beragam bantuan. Terakhir kali, Ralea mendapat tali asih dari Disdikpora Kulon Progo. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#SDN Gembongan #kemoterapi #RSPAU Hardjolukito #sang adik #ibu #kanker payudara #Ariendra Ralea #kondisi