JOGJA - Kawasan Jalan Dr Sardjito, Terban, Kota Jogja, yang sebelumnya dipenuhi lapak permak jins dan penjahit tailor street, kini telah bersih.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memperketat pengawasan untuk mencegah kembalinya pedagang kaki lima (PKL) maupun yang baru di area tersebut.
Pantauan Radar Jogja Kamis (29/1/2026), bangunan eks tailor street sudah dirobohkan. Hanya tinggal puing-puing sisa bangunan yang belum dibersihkan.
Selain itu juga telah terpasang spanduk larangan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di trotoar.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Jogja Dodi Kurnianto mengatakan, pengawasan tersebut berupa patroli secara rutin untuk mengamankan area di sana.
Ini penting dilakukan, sebab Pemkot Jogja berencana membangun taman dan fasilitas penunjang pejalan kaki di kawasan eks tailor street.
“Kami juga akan melibatkan personel di tingkat kemantren untuk patroli pada jam-jam rawan,” kata Dodi saat ditemui di Balai Kota Jogja, Rabu (29/1/2026).
Dengan begitu, diharapkan tidak ada celah bagi PKL untuk mendirikan lapak di trotoar tersebut.
“Sebelum dilakukan pembangunan selanjutnya kami terus amankan kawasan itu,” ujarnya.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, trotoar di eks tailor street bakal dikembalikan fungsinya sebagai fasilitas pejalan kaki.
Bahkan juga ditambah dengan taman agar memperindah pedestrian.
Hasto menyatakan, pembersihan PKL di kawasan trotoar yang masuk wilayah Terban memang menjadi atensinya sebagai kepala daerah.
Sebab menjadi bagian dari optimalisasi dan penataan ruang publik.
“Tahun ini dibangun (taman dan pedestrian di Jalan Dr Sardjito),” katanya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita