Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Diklaim Investasi Paling Aman, Emas Jadi Target Buruan Milenial dan Gen Z, Baik Fisik dan Digital

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 3 Februari 2026 | 21:15 WIB

 

Penabung emas Astri Wulandari.
Penabung emas Astri Wulandari.

JOGJA - Investasi emas kian diminati kalangan milenial dan Gen Z karena dinilai aman, terjangkau, dan terus menunjukkan kenaikan nilai dalam jangka panjang.

Dalam lima tahun terakhir, harga emas bahkan melonjak hingga sekitar 300 persen, mendorong semakin banyak anak muda mulai menabung emas, baik fisik maupun digital.

Salah satu penabung emas Astri Wulandari mengatakan, mulai belajar berinvestasi emas sejak 2020. Waktu itu, harga emas per satu gram masih di bawah Rp 1 juta.

"Tidak terasa, hanya dalam kurun waktu lima tahun naiknya bisa sekitar 300 persen," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

Astri menyebut, emas merupakan salah satu investasi yang aman karena belum pernah mengalami penurunan dalam jangka panjang.

Selain itu, investasi tersebut juga relatif terjangkau. "Ini kan bisa aku kontrol setiap saat, karena terbukti juga aman," jelasnya.

Motivasi dirinya menabung emas sedari awal memang diniatkan untuk investasi jangka panjang. Tabungan tersebut untuk masa pensiun dan pendidikan anak.

"Jadi memang tidak saya otak-atik mau harga naik atau turun," kata perempuan 36 tahun asal Bantul itu.

Dia berinvestasi emas dengan dua cara. Pertama dengan membeli emas batangan secara fisik dan satu lagi dalam bentuk digital.

"Kalau di fisik kan harus beli minimal 0,5 gram kalau Antam. Tapi kalau digital kan berapapun uangnya kita bisa berinvestasi emas," paparnya.

Selain itu, investasi emas digital juga dinilai praktis. Namun, menurutnya mempunyai emas dalam bentuk fisik dinilai lebih puas karena melihat bentuknya secara langsung. "Digital itu lebih gampang, memang," ucapnya.

Terpisah, Pemilik Toko Emas Orchid Gold Andri Prasetiyo mengatakan, peminat emas beberapa tahun belakangan meningkat pesat.

Terutama pada Desember 2025. "Ada peningkatan signifikan, ini baru pertama kali hingga tiga kali lipat lebih dibanding sebelumnya," ujarnya.

Ia berjualan emas bersama dengan istrinya, Sandra Nusantara sejak 2021.

Selama tiga tahun terakhir peminat emas terus meningkat. "Pembelinya banyak, yang jual juga banyak," bebernya.

Pun saat ini semakin banyak orang yang mencari emas. Bahkan, beberapa waktu sempat tokonya kehabisan stok kepingan emas Antam 1 dan 2 gram.  

"Dulu saya jual kepingan kecil mini gold, sekarang sudah geser ke Antam karena memang peminatnya semakin banyak," ucapnya.

Mayoritas pembeli mencari kepingan emas 1 gram, 2 gram dan 5 gram. Di atas itu juga ada, namun tidak banyak.

"Saat ini pembelinya malah banyak yang muda, milenial dan Gen Z," tambahnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#milenial #emas #Gen Z #investasi emas