Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

LHP BPK RI Ungkap Penanganan TBC di Kulon Progo Kurang Optimal tapi Banyak Inovasi, Utamanya Perihal Pelacakan Kasus

Anom Bagaskoro • Rabu, 4 Februari 2026 | 20:15 WIB

 

 

PEMERIKSAAN: Lansia di Kalurahan Sentolo menerima tes kesehatan untuk kasus TBC.
PEMERIKSAAN: Lansia di Kalurahan Sentolo menerima tes kesehatan untuk kasus TBC.

KULON PROGO – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan DIY menemukan adanya kelemahan pada kasus pelacakan Tuberkulosis (TBC)  dan birokrasi yang perlu dibenahi.

Dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) menjelaskan kurang optimalnya penanganan penyakit menular tersebut.

Kepala Perwakilan BPK RI DIY Agustin Sugihartatik mengatakan, upaya Pemkab Kulon Progo menangani TBC telah dilakukan.

Akan tetapi, masih kurang optimal dan pembenahan beberapa aspek. Paling utama perihal pelacakan kasus TBC.

“TBC sebagai fenomena gunung es. Karena potensi ledakan populasi pasien TBC akibat kurang optimalnya pelacakan,” katanya Rabu (4/2/2026).

Selain itu, inovasi penanganan TBC melalui aplikasi dinilai kurang mengakar dan minim implementasi. Pemkab diminta lebih menegaskan fungsi penanganan TBC di akar rumput. 

 Baca Juga: Hanya 113 Jenazah di Kalasan yang Dipindahkan, Tak Semua Liang Kubur Terdampak Pembangunan Tol Jogja-Solo

Pihaknya telah melakukan audit. Dalam hal ini, pemeriksaan bertujuan menilai efektivitas penanganan TBC yang menjadi tugas Pemkab Kulon Progo.

"Pemeriksaan pengelolaan keuangan negara, yang dinilai aspek ekonomi, efisiensi, efektivitas, dan pelaksanaan program," ujarnya.

Agustin menjelaskan, pihaknya cukup konsen dalam penanganan kasus TBC di kabupaten kota se-DIY.

Lantaran, kasus TBC di Indonesia menempati peringkat kedua di seluruh dunia. Kondisi ini juga berkaitan dengan cakupan penemuan kasus nasional yang baru mencapai angka 76 persen yang targetnya 90 persen. 

Daerah diharapkan dapat melakukan upaya pencegahan dan penanganan kasus TBC. Mengingat TBC menjadi fokus RPJMN 2025-2029.

Di samping itu, prioritas nasional juga mengamanatkan TBC segera dientaskan.

 Baca Juga: Gentle Parenting vs Parenting VOC: Mana yang Lebih Tepat untuk Anak Zaman Sekarang?

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengapresiasi atas temuan dan saran yang diberikan BPK.

Menurutnya, pemkab segera menindaklanjuti rekomendasi dan temuan yang dilaporkan.

"Kami sependapat dengan temuan dan simpulan dari BPK," ungkapnya.

Agung menyadari penanganan TBC masuk prioritas nasional. Sehingga daerah telah melakukan upaya skrining untuk mengembangkan setiap temuan kasus TBC.

Di samping itu, inovasi bebrbentuk aplikasi diterapkan dalam penangan TBC. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tuberkulosis #BPK RI Perwakilan DIY #KULON PROGO #tbc