SLEMAN - Ada 34.143 warga Kabupaten Sleman yang terimbas penonaktifan BPJS Kesehatan dari pemerintah pusat. Kondisi ini membuat mereka datang ke kantor dinas sosial dengan harapan akunnya bisa aktif kembali.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut, penonaktifan BPJS Kesehatan ini disikapi dengan pembukaan kanal layanan secara daring maupun langsung di kantor dinas sosial. Sejak Senin hingga Jumat, sudah ada 500 warga yang membuat permohonan untuk pengaktifan kembali atau reaktivasi. Rencananya juga akan dilakukan penambahan akun dan petugas agar pelayanan bisa dilakukan lebih cepat.
"Saya buru-buru ngurus karena masih ada sakit. Rasanya nyeri-nyeri seperti ditarik," katanya.
Perempuan 39 tahun ini mengaku tak hanya BPJS Kesehatan miliknya yang sudah tidak aktif. Tetapi juga milik anak kedua dan suaminya. Sementara anak pertamanya masih tetap aktif. Dia tidak tahu pasti penyebabnya.
Agustiningsih menyebut, tidak ada kendala dalam mengajukan aduan ini. Hanya saja mesti sabar menanti antrean yang panjang. Dia datang pukul 10.00 dan pada pukul 11.30 belum mendapat panggilan konfirmasi. Informasi prosedur pengaduan sendiri dia dapatkan dari aplikasi dan bertanya ke pemerintah kalurahan.
"Soalnya takut sudah sampai sini, tapi harus ke kalurahan, bolak-balik jauh," lontarnya.
(del/eno)