SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman mengintensifkan pemantauan harga dan pasokan harian sejumlah bahan pokok. Hal ini sebagai langkah intervensi dan antisipasi terhadap potensi lonjakan harga. Utamanya jelang Ramadan maupun Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menjelaskan, salah satu komoditas yang jadi perhatiannya adalah produk telur. Lantaran program makan bergizi gratis (MBG) yang masih tetap berjalan selama Ramadan. Walau demikian, saat ini harganya masih stabil dengan Rp 30 ribu tiap kilogramnya.
Untuk meringankan beban masyarakat, disperindag juga berencana untuk menggelar pasar murah. Sementara direncanakan ada empat lokasi dengan dibiayai dari APBD.
"Kami masih mencari pembiayaan untuk tambahan lokasi karena adanya rasionalisasi," katanya.
Sementara Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Sleman Heri Setyawati menyebut, sudah dilakukan pemantauan lapangan di pasar tradisional maupun tradisional. Hasilnya harga-harga masih stabil dan terkendali.
"Kami imbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying. Pembelian dilakukan bijaksana dan seperlunya agar stok aman," katanya.
Heri menegaskan, juga telah dilakukan pengajuan tambahan kuota gas elpiji sejumlah 114.998 tabung. Harapannya kebutuhan masyarakat bisa tercukupi. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova