Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

100 Personel Tim SAR Dikerahkan untuk Awasi Momen Padusan jelang Ramadan di Pantai Selatan Bantul, Antisipasi Pengunjung Terseret Ombak

Cintia Yuliani • Senin, 16 Februari 2026 | 19:06 WIB
KEARIFAN LOKAL: Wisatawan sedang melakukan tradisi padusan yang biasa dilakukan menjelang Ramadan di Pantai Parangtritis Senin (16/2).
KEARIFAN LOKAL: Wisatawan sedang melakukan tradisi padusan yang biasa dilakukan menjelang Ramadan di Pantai Parangtritis Senin (16/2).

BANTUL - Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Parangtritis mengerahkan 100 personel di momen padusan saat menjelang Ramadan. Jumlah personel search and rescue (SAR) tersebut naik, karena pada hari biasa hanya sekitar 35 sampai 40 orang.

Penambahan personel ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan wisatawan di Pantai Parangtritis. Sebab, setiap tahunnya Pantai Parangtritis selalu ramai pengunjung saat momen padusan.

Sekretaris SAR Parangtritis Rodhiva Wahyu mengatakan, dalam momen ini pihaknya telah menyiapkan pengawasan wisata pantai. Termasuk satu unit jetski untuk mengantisipasi apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

“Momen padusan ini sudah menjadi kearifan lokal, kalau main ke pantai pasti nyemplung semua, jadi itu yang menjadi fokus kami,” jelasnya saat ditemui di Pos SAR Parangtritis Senin (16/2).

Sebanyak 100 personel ini akan mulai beroperasi Senin (16/2) malam. Dia memastikan tidak ada kekosongan waktu. Sebab dalam pergantian shift tetap ada yang berjaga.

Dia pun memastikan, kondisi gelombang pantai menjelang padusan dipastikan normal, dengan ketinggian dua hingga tiga meter. Pihaknya juga telah memetakan lokasi berbahaya atau rip current di Pantai Parangtritis hingga Depok. “Ada 15 hingga 20 rip current,” bebernya.

Namun, yang kemungkinan bersinggungan dengan wisatawan sekitar delapan sampai sepuluh rip current. Apabila pengunjung meningkat drastis, diperkiraan terdapat sepuluh rip current. Sedangkan jika pengunjung tidak terlalu banyak, diperkirakan terdapat delapan rip current yang kemungkinan dikunjungi oleh wisatawan.

Dia mengatakan, lokasi rip current di Pantai Parangtritis selalu berubah bentuk, kedalaman, dan lokasi. Sebab, Pantai Parangtritis memiliki kontur bawah berupa pasir. Sehingga dengan mudah dapat berpindah oleh pergerakan air laut.

“Saat momen padusan ini personel kami selalu stand by di tepian pantai yang di depannya ada rip current,” tuturnya.

Dia pun meminta, agar wisatawan mengindahkan imbauan yang diberikan. Baik melalui media sosial maupun pengeras suara di setiap titik pantai. Sebab, hal tersebut sangat penting. Karena tahun lalu, pengunjung yang mengikuti padusan membeludak, sehingga terdapat dua orang yang hanyut terbawa arus.

“Mereka abai sama aturan, tapi untungnya keduanya berhasil kita selamatkan,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan kepada wisatawan agar tidak bermain air ke tengah laut. Pun tidak bermain di area berbahaya, serta selalu memperhatikan rambu-rambu yang sudah dipasang oleh petugas.

Sementara itu, Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis Rokhmad Ridwanto mengatakan, pihaknya juga menambah personel saat momen padusan ini.

Jika hari biasa, hanya ada tujuh personel di TPR Pantai Parangtritis dan tiga orang di Pantai Depok. Namun saat momen padusan, ada tambahan sebanyak empat sampai lima orang. “Jadi totalnya 15 orang,” katanya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#wisatawan #Pantai parangtritis #search and rescue #rip current #Satlinmas Rescue Istimewa #parangtritis #padusan #Ramadan #gelombang pantai