Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Sebabkan Tebing 20 Meter di Kulon Progo Longsor, Empat Pohon Tumbang Terjadi di Gunungkidul

Anom Bagaskoro • Senin, 16 Februari 2026 | 20:00 WIB
AMBROL: Personel tanggap bencana mengecek tembok rumah yang dihantam material longsor di Kalurahan Banyuroto Senin (16/2).
AMBROL: Personel tanggap bencana mengecek tembok rumah yang dihantam material longsor di Kalurahan Banyuroto Senin (16/2).

 

 

KULON PROGO - Hujan deras mengguyur wilayah DIY sejak Minggu (15/2) malam. Kondisi ini diperparah dengan angin kencang. Mengakibatkan longsor hingga pohon tumbang di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul.

Di Kabupaten Kulon Progo, hujan deras mengakibatkan tebing setinggi 20 meter longsor menimpa rumah Sarwadi, 53, warga Kalurahan Banyuroto Senin (16/2). Insiden ini menyebabkan rumah tak bisa dihuni akibat tembok jebol dan atap roboh.

Sarwadi menyebut, kejadian longsor terjadi sekitar pukul 02.00. Dia beserta dua anaknya sedang beristirahat di kamar sisi barat rumah. Namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari samping timur rumah.

"Ada suara kemresek, nggak tahunya ternyata rumpun bambu yang ambruk menimpa atap," ucap Sarwadi saat ditemui di kediamannya Senin (16/2).

Rumpun bambu itu, lanjutnya, berasal dari atas tebing yang terbawa longsor. Alhasil, rumah yang diguyur hujan sejak sore hari tak bisa ditinggali akibat air hujan masuk ke rumah.

Longsor, lanjutnya, kemudian terus berlanjut. Bahkan material tebing yang longsor mencapai 15 meter. Membuat dinding samping rumahnya ikut rusak. "Atapnya roboh, genting jatuh, dan terakhir kali dinding jebol," ucapnya.

Akibat longsor, keluarga Sarwadi terpaksa mengungsi di rumah kerabat. Lantaran, rumahnya tak bisa ditinggali akibat struktur bangunan rumah diprediksi tak mampu menopang bangunan. Selain itu, masih ada rasa was-was akan terjadinya longsor susulan. Lantaran, di atas tebing terdapat rekahan tanah cukup lebar.

Sementara itu, Kepala BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widada menjelaskan, curah hujan lebat menjadi penyebab utama longsor. Menurutnya, tak hanya umah Sarwadi yang terdampak. Sebab beberapa titik longsor bermunculan. Baik berdampak ke aset pribadi ataupun fasum. "Kami masih melakukan asesmen. Data sementara ada tujuh titik, tapi dapat bertambah," ungkapnya.

 

Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul, hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan empat pohon tumbang. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta mengatakan, salah satu pohon tumbang adalah beringin berusia ratusan tahun di Besari, Siraman, Wonosari. Pohon itu ambruk sekitar pukul 00.30 dan melintang sehingga menutup akses jembatan penghubung Padukuhan Winong-Besari. “Sudah tertangani. Akses jalan kembali normal dan korban jiwa nihil,” tegas Edy.

Kejadian serupa juga terjadi di Jatiayu, Karangmojo sekitar pukul 02.00. Pohon jati roboh dan menimpa atap teras rumah milik Sulastri. Akibatnya, teras berukuran sekitar 5x2 meter mengalami kerusakan. “Tidak ada korban luka. Kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 1 juta,” jelasnya.

Di Girisuko, Panggang, pohon tumbang sekitar pukul 01.00 dini hari menimpa rumah milik Marsiyah. Dampaknya, genting serta usuk atau kayu penyangga atap mengalami kerusakan. Peristiwa tersebut juga telah ditangani petugas bersama warga setempat. Sementara di Sumberwungu, Tepus, pohon jati berdiameter sekitar satu meter roboh dan menimpa kandang ternak milik Supandri. Selain kandang, kamar mandi dan kabel listrik turut terdampak. “Korban jiwa nihil. Kerugian materi sekitar Rp 500 ribu,” tambah Edy. (gas/bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#Gunungkidul #hujan deras #Pohon tumbang #longsor #KULON PROGO #Diy #Angin Kencang