KULON PROGO - Dampak hujan lebat selama beberapa hari menyebabkan, saluran irigasi di Kalurahan Banyuroto, Nanggulan jebol. Kejadian ini, menyebabkan 112 hektare sawah di Banyuroto terancam gagal panen.
Lurah Banyuroto Sudalja menyebut, jebolnya saluran irigasi Bendung Donomulyo di Padukuhan Gayam, Banyuroto terjadi sejak Senin (16/2) dini hari. Saluran tersebut berstatus irigasi sekunder yang sumbernya berasal dari Saluran Irigasi Promer Kalibawang.
Sudalja menjelaskan, irigasi jebol akibat dua sisi dinding saluran ambrol. Sisa material pasangan batu, juga menutup aliran air. Pihaknya menduga, jebolnya saluran diakibatkan hujan deras selama beberapa hari terakhir. “Efek dari hujan deras," ucap Sudalja Rabu (18/2).
Penyebabnya saat hujan deras, air dari pekarangan rumah warga di sekitar irigasi tak terkontrol arah alirannya. Alhasil, aliran air hujan masuk ke area irigasi hingga meluap. Luapan air itulah yang menyebabkan erosi di bagian dinding irigasi hingga menyebabkan ambrol.
"Kalau lebar salurannya dua meter, yang jebol dua sisi panjang sekitar 30 meter," ucapnya.
Menurutnya, kejadian jebolnya saluran irigasi bukan kali peetama. Lantaran, saat masih berupa tanah liat, saluran irigasi pernah jebol. Namun, dampaknya tak terlalu signifikan. Karena terletak di ujung saluran sekunder.
Pihaknya berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan. Lantaran, saluran irigasi mengaliri 112 hekatare lahan persawahan. Ratusan hektar itu, terdiri dari dua kalurahan dengan enam padukuhan.
"Ini memasuki masa padi mrekatak (biji padi mulai keluar), masih butuh air walau sedikit," ungkapnya.
Kebutuhan air untuk sawah diperlukan. Lantaran, sebagian besar pesawahan di Banyuroto mulai menghasilkan bulir padi. Apabila, pasokan air tersendat, bulir padi tak terisi dan petani terancam gagal panen.
Selain menjelang masa panen, pertimbangan pasokan air berkaitan dengan masa tanam kedua. Pasokan air terbatas, membuat petani dimungkinkan tak melakukan penanaman. Alhasil, petani gigit jari akibat tak mampu bercocok tanam.
Sementara itu, Kepala BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widada membenarkan sejumlah titik bencana di Kalurahan Banyuroto. Fokus penanganan saat ini berupa perbaikan fasilitas yang berhubungan langsung dengan masyarakat. "Ini curah hujan cukup lebat, jadi beberapa titik bencana bermunculan," ungkapnya.
Penanganan kasus irigasi jebol dilakukan dengan membuat saluran irigasi sementara. Caranya, aliran air irigasi disalurkan melalui pipa khusus. Selama itu pula, Pemkab Kulon Progo mengupayakan pengusulan perbaikan ke BBWSSO. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova