JOGJA – Sebanyak 1.700 porsi gulai kambing dibagikan gratis setiap Kamis selama Ramadan di Masjid Gedhe Kauman.
Tradisi turun-temurun yang diyakini telah ada sejak masa Ahmad Dahlan itu selalu disambut antusias ribuan jemaah.
Pantauan Radar Jogja Kamis (19/2/2026), ribuan jemaah tampak antusias menikmati hidangan tersebut. Baik pria, wanita, hingga anak-anak.
Koordinator Hidangan Takjil Masjid Gedhe Kauman Agus Suratin mengatakan, menu gulai kambing bukan sekadar hidangan berbuka.
Melainkan warisan turun-temurun yang telah ada ribuan tahun lalu.
Meski, ia tak mengetahui pasti pertama kali tradisi ini ada. Namun, diyakininya menu khas tersebut sudah menjadi tradisi sejak masa perjuangan Kyai Haji (KH) Ahmad Dahlan.
“Sejak saya kecil memang sudah begitu. Biasanya kebiasaan hari Kamis itu menu takjilnya gulai kambing," ujarnya.
Pria 70 tahun ini menyatakan, menu takjil gulai kambing untuk sekarang tidak hanya disajikan pada hari Kamis.
Namun bisa juga di hari lain. Tergantung antusias donatur yang memberikan sedekah.
Pada hari-hari biasa atau di luar menu gulai kambing Masjid Gedhe Kauman menyediakan sebanyak 1.300 sampai 1.500 porsi takjil.
Namun khusus untuk menu gulai kambing porsi yang disediakan mencapai 1.700.
Baca Juga: Perkuat Pemberantasan Narkoba, Call Center BNN 184 Hadir 24 Jam
Pun, proses penyajian takjil gulai kambing juga berubah seiring berkembangnya zaman.
Dulunya warga Kampung Kauman memasak sendiri gulai kambing yang dibagikan kepada jemaah.
Namun kini pihak masjid bekerja sama dengan lima katering untuk penyajian menu spesial tersebut. Masing-masing katering mendapatkan jatah 300 sampai 350 porsi.
“Kualitas katering sangat kami jaga. Kalau ada yang bau karena dibungkus terlalu pagi, langsung kami coret dan ganti yang lain,” beber Agus.
Tradisi menu takjil gulai kambing diketahui menjadi daya tarik bagi masyarakat di luar Kampung Kauman.
Hanafi misalnya, warga Wonosari, Gunungkidul ini sengaja memilih lokasi berbuka di Masjid Kauman.
Dia mengaku tertarik dengan sejarah sekaligus tradisi di Masjid Gedhe Kauman. Di samping itu, masjid yang berada di Kemantren Gondomanan itu juga dekat tempat kerjanya.
“Sepengetahuan saya Masjid Kauman itu jadi saksi sejarah perjuangan Kyai Ahmad Dahlan, jadi bangga saja bisa beribadah di sini,” terangnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita