Kenaikan sejumlah komoditas pangan di Yogyakarta tetap terkendali. Meskipun beberapa harga mengalami kenaikan, hal tersebut masih berada dalam harga acuan.
Pemerintah Kota Yogyakarta menjamin pasokan pangan selama bulan Ramadan mencukupi, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan menghindari panic buying.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan pasokan bahan pangan tetap stabil dan cukup hingga Hari Raya Idulfitri.
“Untuk ketahanan pangan kita berada di rentang waktu satu setengah sampai dua bulan ke depan masih aman,” kata Vero saat jumpa pers kegiatan Ramadan Pemkot Yogyakarta.
Menurutnya, harga cabai merah keriting diprediksi naik menjelang akhir bulan puasa atau mendekati Hari Raya. Begitu pula, harga daging ayam ras biasanya mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Ini kami mewaspadai itu. Tetapi sudah kami kondisikan di lapangan dan komunikasi dengan teman-teman di sana untuk menjaga ketersediaannya,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas bahan pangan, seperti cabai rawit merah menjadi sekitar Rp84.000 per kg, daging ayam ras sekitar Rp 40.000/kg dan telur ayam ras sekitar Rp 30.000/kg. Kenaikan harga ini turut dipengaruhi momentum perayaan Tahun Baru Imlek.
Vero mengatakan untuk ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) lancar dengan stok Bulog melimpah dan terjamin ketersediaannya.
Untuk mengendalikan harga pangan, dilakukan operasi pasar bersama Pemda DIY pada Januari–Februari 2026 yang telah menyalurkan 18 ton beras, minyak goreng, gula, tepung, bawang merah, dan bawang putih.
Selain itu, operasi pasar telur ayam ras bersama Bank Indonesia menyalurkan sekitar 4 ton di Pasar Beringharjo dan Prawirotaman. Pemkot Yogyakarta juga menggelar pasar murah di 14 kemantren pada 6–27 Februari 2026.
“Terkait pengawasan kualitas produk, kami telah melakukan pemantauan terhadap kualitas dan mutu produk di pasar rakyat maupun ritel bersama Dinas Pertanian Pangan, BPOM, dan Dinas Kesehatan untuk memastikan masa kedaluwarsa produk, kondisi kemasan, izin edar, keamanan bahan makanan di pasar-pasar Ramadan,” ujarnya.
Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Sri Riswanti rutin memantau stok pangan tiap pekan di pasar rakyat, ritel modern, dan distributor. Langkah ini untuk memastikan pasokan cukup dan mencegah lonjakan harga.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan panic buying dan bijak berbelanja sesuai kebutuhan. Menurutnya, aksi panic buying ini dipicu kekhawatiran stok habis atau harga melonjak.
“Kami mengimbau masyarakat jangan panic buying dengan membeli banyak untuk stok di rumah. Panic buying itu muncul karena kombinasi rasa khawatir, kehabisan stok atau takut nanti harganya tiba-tiba melonjak tinggi. Kami sudah antisipasi, memastikan pasokan cukup memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri. Harapan kami masyarakat bijak dan menjadi konsumen yang cerdas, berbelanja apa yang dibutuhkan bukan apa yang diinginkan,” jelasnya.
Penulis : Lutfiyah Salsabil
Editor : Bahana.