KULON PROGO - Pencairan ganti untung Tol Jogja-YIA di Kulon Progo terus berlanjut. Tahun ini, pencairan diawali di Kalurahan Donomulyo dengan nominal ganti untung mencapai Rp 85 miliar.
Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulon Progo Margaretha Elya Lim menjelaskan, pencairan dilaksanakan di Balai Kalurahan Donomulyo tersebut menyasar 75 penerima. Seluruhnya merupakan pemilik 57 bidang tanah dan 18 non-bidang terdampak tol.
Dia memastikan. pencairan ganti untung, telah sesuai dengan surat perintah pembayaran (SPP) yang diterbitkan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Pada 24 Februari lalu, LMAN telah menerbitkan SPP dan langsung ditindaklanjuti dengan tahapan ganti untung. "Sesuai SPP yang diterbitkan LMAN, total anggaran pencairan hari ini Rp 85,79 Miliar," rincinya Jumat (27/2).
Elya menjelaskan, pihaknya terus berupaya melakukan tahapan pencairan. Akan tetapi, proses pencairan bergantung pada LMAN yang memberikan penerbitan. Sebagai contohnya, telah terbit SPP untuk pencairan ganti untung Tol Jogja-YIA wilayah Kapanewon Wates. Pihaknya lantas menjadwalkan pencairan pada Rabu (4/3) mendatang.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Jogja-Solo-YIA Dian Ardiansyah menyampaikan, proses pengadaan tanah akan tetap berlanjut di tahun ini. Akan tetapi, pengadaan bergantung pada kesediaan anggaran dari pemerintah pusat. "Yang jelas tetap akan berlanjut, mengingat masuk proyek strategis nasional (PSN)," ujarnya.
Dian mengungkapkan, keberlanjutan pengadaan tanah dapat dilihat pada tahapan pencairan ganti untung di Donomulyo. Pihaknya juga menargetkan pertengahan tahun 2026 pengadaan tanah Tol Jogja-YIA selesai hingga Gamping. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova