Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tampil Beda tapi Tetap Orisinal, Buku Iqro Karya KH As’ad Humam Hadir dengan Sentuhan Visual Modern

Fahmi Fahriza • Selasa, 3 Maret 2026 | 20:30 WIB

WAJAH BARU: Iqro karya KH As’ad Humam didesain ulang menyasar generasi muda.
WAJAH BARU: Iqro karya KH As’ad Humam didesain ulang menyasar generasi muda.

JOGJA - Buku Iqro karya KH As’ad Humam hadir dengan wajah baru melalui kolaborasi Team Tadarus “AMM” Yogyakarta dan brand Kahf.

Desain ulang dilakukan pada tampilan visual tanpa mengubah isi maupun metode pembelajaran aslinya menjelang Ramadan 2026.

Koordinator Kegiatan Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus “AMM” Yogyakarta Roihan Afandi mengatakan, proyek Iqro x Kahf mulai disounding sejak Desember 2025 dan resmi diluncurkan pada akhir Februari 2026 menjelang Ramadan.

"Redesign dilakukan pada aspek visual luar, sementara materi dan metode pengajaran tetap mengikuti pakem asli," katanya, Selasa (3/3/2026).

Kerja sama diawali dengan pendekatan dari pihak Kahf kepada We Are Iqro Team Tadarus “AMM”.

Setelah konsep disepakati, tim kreatif mengembangkan tampilan visual yang lebih modern dan dekat dengan karakter anak muda.

Sepanjang Januari hingga awal Februari 2026, revisi dilakukan secara intensif hingga mendapat persetujuan akhir sebelum cetak dalam jumlah terbatas untuk kebutuhan sampling.

Produksi dan persiapan tim kreatif dilakukan di Yogyakarta dan Jakarta, kemudian hasil cetak diluncurkan dalam agenda Ramadan Gathering Kahf.

"Cetaknya masih terbatas, hanya untuk sampling di acara Ramadan Gathering Kahf. Ke depan apakah akan diproduksi massal atau tidak, itu masih dalam pembahasan," jelasnya.

Proses redesign ini melibatkan penuh keluarga KH As’ad Humam sebagai pemilik hak cipta.

Perubahan hanya pada sampul dan elemen visual, sementara identitas asli Iqro tetap dicantumkan dan isi materi tidak diubah.

Baca Juga: Pegawai Negeri Full Senyum! Seskab Teddy Indra Wijaya Ungkap THR ASN dan Aparat Keamanan Tahun Ini Dibayarkan Penuh

Materi yang digunakan merupakan model Iqro Klasikal yang pertama diluncurkan pada 1994 sebagai pengembangan dari Iqro jilid 1–6 terbitan 1988–1989.

Dalam kolaborasi ini, materi dibagi menjadi dua seri, seri pertama memuat jilid 1 hingga jilid 4 awal, dan seri kedua mencakup jilid 4 tengah hingga jilid 6.

"Meski berbasis sistem klasikal, untuk pembelajaran kelas besar. buku ini tetap dapat digunakan dengan model pembelajaran privat," ujarnya.

Isi dalam buku Iqro kaligrafi tetap tulisan tangan orisinal.
Isi dalam buku Iqro kaligrafi tetap tulisan tangan orisinal.

Sebelumnya, tim Iqro juga menghadirkan berbagai format, termasuk program Iqro custom untuk kebutuhan wakaf lembaga dan instansi.

Namun kolaborasi kali ini secara khusus menyasar komunitas anak muda, mahasiswa, hingga ruang-ruang kreatif.

"Kami ingin buku ini hadir di tempat-tempat yang mungkin sebelumnya jarang ada buku Iqro. Supaya anak muda merasa, bahwa belajar Iqro itu wajar dan menjadi kebutuhan," terangnya.

Di tengah maraknya aplikasi belajar Alqur digital, Iqro tetap mempertahankan kekuatan khasnya, yakni presisi tulisan tangan.

Sejak awal penyusunannya, teks kaligrafi tidak menggunakan huruf cetak komputer, melainkan ditulis manual oleh Ustaz Chumaidi Ilyas, penghafal Alquran sekaligus juara khat penulisan kaligrafi tingkat ASEAN.

Putri ketiga KH As’ad Humam, Erweesbe Maimanati menjelaskan, penggunaan tulisan tangan bukan sekadar pertimbangan estetika.

"Tulisan Ustaz Chumaidi itu presisi sekali. Panjang-pendek huruf bisa disesuaikan. Itu yang membuat Iqro enak dipandang dan nyaman dibaca," ujarnya.

Meskipun terdapat hak cipta, terutama pada tulisan kaligrafinya, semangat utama penyusunan Iqro adalah dakwah.

"Selama untuk belajar Alquran, kami tidak terlalu mengejar komersial. Hanya alangkah baiknya jika tetap sesuai prosedur," katanya.

Menurutnya, keluarga dan Team Tadarus “AMM” terbuka terhadap inovasi dan perkembangan teknologi selama tidak mengubah substansi metode.

Terkait kolaborasi Iqro Klasikal x Kahf ini, dianggap juga menjadi bagian dari strategi literasi Alquran jangka panjang, dengan pendekatan visual yang lebih modern tanpa meninggalkan ruh dan orisinalitas metode yang telah menjadi rujukan belajar membaca Alquran selama puluhan tahun.

"Kami selalu terbuka dengan konsep atau inovasi baru. Iqro itu hanya media, tujuannya sama yakni Alquran," tegasnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#orisinal #Generasi muda #Kahf #desain ulang #Redesign #KH Asad Humam #buku Iqro #amm #wajah baru