Jalur Clongop di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, kembali lumpuh akibat tanah longsor pada pukul 21.15 Selasa (3/3). Material longsoran bebatuan dalam jumlah besar masih menutup sekitar 80 persen badan jalan hingga Rabu pagi (4/3). Jalur provinsi penghubung Gunungkidul dengan Klaten itu pun ditutup total.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, longsor terjadi di Padukuhan Plasan RT 04/RW 04.
Tebing setinggi sekitar 15 meter dengan talut beton berlapis wermes sepanjang kurang lebih 30 meter ambrol akibat hujan intensitas tinggi yang mengguyur beberapa hari terakhir.
“Air yang menjenuh membuat talut tidak mampu menahan tekanan tanah, akhirnya ambrol dan menutup jalan,” jelasnya saat ditemui di lokasi longsor, Rabu (4/4).
Jalur Clongop selama ini menjadi salah satu akses alternatif untuk memecah kepadatan lalu lintas di Piyungan dan Patuk. Dalam sepekan terakhir, kawasan sepanjang kurang lebih dua kilometer itu sudah dua kali diterjang longsor dengan titik berbeda.
Hasil investigasi BPBD menemukan retakan tanah sepanjang 50 meter di bagian atas lokasi longsor. Retakan tersebut bahkan sudah mundur sejauh 26 meter dari bibir tebing.
“Ini menandakan kondisi tanah masih labil dan sangat berbahaya. Potensi longsor susulan masih ada,” tegas Purwono.
Untuk penanganan, BPBD mengerahkan satu alat berat, dua dump truck, serta peralatan pendukung lain guna mempercepat pembersihan material. Namun, demi keselamatan pengguna jalan, status jalur ditutup total sampai kondisi benar-benar aman.
“Keselamatan menjadi prioritas. Kami minta masyarakat bersabar dan menggunakan jalur alternatif sampai situasi benar-benar aman,” tandas Purwono.
Pantauan Radar Jogja, belasan batuan berukuran jumbo yang menutup jalan berhasil disingkirkan pada pukul 13.00. Kendati jalur penghubung sudah di portal penuh, beberapa warga terlihat nekat melintas melewati jalur longsor menggunakan sepeda motor.
Padahal, pembersihan material bebatuan sedang dikerjakan menggunakan satu alat berat berukuran sedang.
Kapolsek Gedangsari AKP Tri Hartanto menambahkan, personel kepolisian disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan tidak ada kendaraan roda empat yang memaksakan melintas.
“Untuk sementara jalur Klaten-Gunungkidul ditutup sampai material dibersihkan dan dinyatakan aman,” ujarnya.
Pengendara dari arah Klaten menuju Gunungkidul diarahkan melalui jalur alternatif Sampang. Sementara dari arah Gunungkidul menuju Klaten dapat melalui Jelok.
Meski bisa dilalui kendaraan roda empat, masyarakat diminta berhati-hati karena kontur tanjakan dari Klaten cukup terjal dan turunan dari arah Gunungkidul relatif curam.
Pada siang hari, petugas sempat menerapkan mekanisme buka-tutup terbatas untuk pengendara roda dua.
“Namun jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, jalur akan kembali ditutup total untuk menghindari risiko,” tegasnya. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo