JOGJA - Libur Lebaran diprediksi mendatangkan jutaan wisatawan ke Yogyakarta. Perusahaan taksi konvensional diketahui sudah menyiapkan strategi agar bisa bersaing dengan moda transportasi lain di momen tersebut.
General Manager Bluebird Group Jateng & DIY Wahyu T Cahyono mengatakan, pihaknya akan memperkuat kesiapan operasional di wilayah Yogyakarta. Lantaran berdasar prediksi Dinas Perhubungan DIY, kunjungan di momen Ramadan hingga pasca-Lebaran bisa mencapai 8 juta wisatawan.
Menurut Wahyu, periode tersebut merupakan fase paling krusial bagi layanan transportasi. Sehingga pihaknya memberi atensi lebih ketersediaan armada pada titik krusial mobilitas masyarakat. Meliputi Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, dan Yogyakarta International Airport (YIA).
“Jogjakarta memiliki peran penting sebagai simpul konektivitas perjalanan, sehingga kami memastikan kesiapan armada dan layanan multimoda di titik-titik strategis,” ujar Wahyu saat ditemui di kawasan Kotabaru Kamis (5/3).
Berdasar pengalaman lebaran tahun sebelumnya, Bluebird Group mencatat peningkatan signifikan terhadap permintaan layanan transportasi. Misalnya untuk taksi (Bluebird) meningkat 20 persen, lalu bus shuttle tujuan Jogjakarta (Cititrans) naik 11 persen. Di luar itu, layanan pengiriman logistik (Bluebird Kirim) juga mencatat kenaikan 38 persen.
Wahyu menilai, layanan mobilitas transportasi yang mudah diakses dan dapat diandalkan menjadi kebutuhan utama di masa libur Lebaran. Sebab pola perjalanan masyarakat akan terfokus pada agenda silaturahmi, perjalanan mudik dan arus balik.
“Periode menjelang dan setelah Lebaran menjadi fase paling krusial bagi layanan transportasi,” bebernya.
Head of Communications & Community PT Blue Bird Tbk Sekar Adisty menambahkan, strategi pelayanan kepada masyarakat sudah disiapkan lewat optimalisasi fitur di aplikasi MyBluebird. Contohnya advance booking yang memungkinkan pelanggan menjadwalkan perjalanan lebih awal.
Selain itu, juga ada fitur fixed price yang memberikan kepastian tarif bagi pelanggan. Sehingga pengguna taksi konvensional bisa tetap tenang tanpa khawatir biaya membengkak meski kondisi lalu lintas padat. “Kami berkomitmen menghadirkan layanan mobilitas yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat dan wisatawan di Jogjakarta,” tandasnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova