BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menggandeng pihak swasta dalam mendukung pembangunan perumahan di wilayahnya. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hunian yang terus meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Tetapi juga oleh kontribusi sektor swasta. Salah satu komponen dalam produk domestik regional bruto (PDRB) Bantul berasal dari sektor perumahan. Sehingga aktivitas pengembang turut memberikan sumbangan terhadap perekonomian daerah.
Selain itu, kebutuhan hunian di Bantul dinilai cukup tinggi. Karena letaknya yang strategis dan dekat dengan pusat DIJ sebagai pusat pendidikan. Tercatat terdapat puluhan kampus di wilayah tersebut yang ikut mendorong permintaan tempat tinggal.
Halim menyebut, salah satu mitra yang selama ini bekerja sama dengan pemerintah daerah adalah Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) DIY. “DPD REI ini kan organisasi pengembang yang menyediakan jasa properti,” jelas Halim di Pendapa Parasamya Pemda Bantul Rabu (11/3).
Saat ini, lanjutnya, kebutuhan perumahan di Bantul terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal itu salah satunya dipicu adanya migrasi penduduk dari luar daerah yang kemudian menetap dan ber-KTP Bantul sehingga membutuhkan hunian.
Selain perumahan, Pemkab Bantul juga bekerja sama dengan DPD REI DIY dalam berbagai program. Salah satunya pembangunan rumah tidak layak huni di Bantul melalui kolaborasi antara pemerintah dan pengembang. “Sehingga sejak lama REI ini berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten,” lontarnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova