BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat terdapat 17 kasus campak sejak awal Januari 2026 hingga Kamis (12/3). Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang sepanjang tahun hanya tercatat 14 kasus.
Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan, pihaknya akan melakukan imunisasi campak untuk mengantisipasi meluasnya kasus. “Batas aman sebenarnya idealnya kita menargetkan 95 persen sudah diimunisasi,” jelasnya saat ditemui di Kantor Dinkes Bantul Jumat (13/3).
“Faktor peningkatannya kalau ada satu kasus yang muncul, sementara ada yang belum di vaksinasi bisa tertular,” terangnya.
Sebanyak 17 kasus tersebut tersebar di Banguntapan, Dlingo, Kasihan, Pandak, Pleret, Sewon, dan Srandakan. “Paling banyak di Banguntapan ada lima kasus,” tuturnya.
Karena itu, pihaknya akan segera melakukan imunisasi campak kepada kelompok usia sembilan bulan hingga 59 bulan yang sebelumnya belum mendapatkan imunisasi. “Target (vaksinasi, Red) hitungan sementara estimasi dari capaian yang kita dapat 1.116,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala campak seperti demam, batuk, pilek, dan muncul ruam kemerahan agar segera melakukan pengobatan.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari kontak dengan penderita campak guna mencegah penularan. “Kemudian jaga kesehatan, konsumsi gizi seimbang, dan bisa melapor ke petugas pukesmas akan kita tindak lanjuti,” pungkasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova