Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Titik Rawan Kemacetan selama Libur Lebaran, Khusus di Jalur Objek Wisata: Polisi Keragkan Puluhan Personel
Yusuf Bastiar• Rabu, 18 Maret 2026 | 07:00 WIB
Jalur Patuk menjadi jalan utama menuju berbagai destinasi wisata di Gunungkidul.
GUNUNGKIDUL - Mengantisipasi lonjakan arus mudik dan wisata selama libur Lebaran 2026, jajaran Polres Gunungkidul menyiapkan strategi pengamanan lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya jalur menuju kawasan wisata pantai.
Kasatlantas Polres Gunungkidul Priya Tri Handaya mengatakan, sebanyak 30 personel telah disiagakan untuk mengurai kepadatan kendaraan selama periode libur Lebaran.
“Kami siapkan 30 personel pengurai kepadatan di titik-titik rawan dan jalur wisata. Khusus saat arus mudik maupun arus balik, kami harapkan masyarakat bisa mengatur waktu perjalanan agar tidak menumpuk di hari yang sama,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, terdapat tiga titik utama yang menjadi fokus rekayasa lalu lintas, yakni Simpang Empat PJR Patuk, kawasan Pantai Baron, serta Simpang Tiga Drini.
Di kawasan Patuk, rekayasa dilakukan secara situasional. Jika terjadi kepadatan menuju destinasi wisata seperti HeHa Ocean View, kendaraan akan dialihkan untuk putar balik melalui Kali Pentung.
Sementara kendaraan dari arah Yogyakarta dapat langsung diarahkan menuju lokasi wisata sesuai kondisi di lapangan.
“Kalau kepadatan tinggi, kendaraan akan kami putar lebih dulu. Termasuk arus balik dari kawasan wisata, bisa kami arahkan memutar untuk mengurai antrean,” jelasnya.
Sementara di kawasan Pantai Drini, rekayasa dilakukan dengan sistem satu arah. Kendaraan wisatawan yang masuk dari sisi barat melalui pos TPR JJLS maupun TPR Baron akan diarahkan memutar balik melalui rest area.
Jika terjadi peningkatan arus, kendaraan tidak langsung masuk ke pertigaan Drini, melainkan diarahkan hingga rest area untuk kemudian putar balik menuju lokasi wisata.
“Di pertigaan Drini akan diberlakukan satu arah, baik untuk masuk maupun keluar. Ini untuk menghindari penumpukan kendaraan di titik tersebut,” tambahnya.
Menurutnya, seluruh skema rekayasa bersifat kondisional, menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan selama libur Lebaran.
Kapolres Gunungkidul Damus Asa menegaskan, rekayasa lalu lintas tersebut merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan kendaraan, baik dari pemudik maupun wisatawan.
“Skema ini memang disiapkan untuk mengurai kepadatan. Sifatnya kondisional, melihat kebutuhan di lapangan,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul untuk menonaktifkan jalur-jalur ekstrem yang rawan longsor dari sistem peta digital selama periode mudik dan libur Lebaran.
Dengan langkah tersebut, ia berharap arus lalu lintas selama Lebaran di Gunungkidul dapat berjalan lancar serta meminimalkan potensi kemacetan dan kecelakaan.
“Jalur-jalur rawan longsor kami nonaktifkan di peta digital, sehingga masyarakat akan diarahkan ke jalur yang lebih aman,” tandasnya. (bas)