SLEMAN - Di media sosial tersebar video keributan sepeda motor yang terjadi di Dusun Banteran, RT 004 RW 0026, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman pada Minggu (29/3) dini hari sekitar pukul 03.00. Warganet menduga tengah terjadi klithih lantaran adanya adegan saling pepet kendaraan dan sabetan gesper.
Kapolsek Ngaglik Kompol G. Luki Dariyawan menjelaskan, telah dilakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Peristiwa diketahui dari laporan masyarakat terkait keributan beberapa pengendara sepeda motor. Berdasarkan keterangan dari saksi-saksi diketahui memang ada beberapa orang mengendarai sepeda motor dan saling kejar.
Baca Juga: Tok! KPPU Vonis 97 Pinjol Bersalah terkait Penetapan Suku Bunga, Total Denda Capai Rp755 Miliar
Lalu saksi melihat salah satu pengendara sepeda motor yang mengayun-ngayunkan gesper mengenai pengendara motor lainnya. Dia sebut beberapa warga untuk mencoba melerai dan mengamankan para pelaku keributan tersebut, tetapi tidak dapat tertangkap. Para pelaku mengendarai motor dengan kecepatan tinggi lalu melarikan diri.
"Demikian juga orang yang terkena sabetan gesper melarikan diri sehingga tidak diketahui identitasnya," katanya dihubungi, Minggu (29/3).
Baca Juga: Warga Dowong, Bruno Ditetapkan sebagai Tersangka Atas Kasus Peredaran Bahan Peledak Ilegal, Terancam 15 Tahun Penjara
Dia sebut berdasarkan keterangan warga yang melihat keributan, pengendara motor sejumlah sepuluh orang dengan menggunakan lima sepeda motor. Saat dilakukan pemeriksaan melalui rekaman kamera CCTV, ternyata lima sepeda motor tersebut sudah saling mengejar dari arah pasar Rejodani. Baru saat sampai di TKP berselisihpaham yang mengakibatkan keributan menggunakan gesper. Peristiwa ini mengakibatkan pengendara terkena sabetan gesper di bagian kaki. Luki menyebut sampai dengan saat ini para pelaku keributan belum ada yang diamankan.
"Sampai saat ini belum ada warga masyarakat yang melaporkan sebagai korban ke Polsek Ngaglik," tambahnya. (del)