JOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ mencatat ada kenaikan mobilitas orang selama periode Lebaran tahun ini dibandingkan sebelumnya. Beberapa catatan evaluasi juga disampaikan, khususnya terkait kepadatan lalu lintas di area GP Tol Purwomartani.
"Mobilitas orang ada kenaikan dari tahun kemarin. Sementara ini sudah ada sekitar 8,3 juta," ujar Kepala Dishub DIJ Chrestina Erni Widyastuti saat dikonfirmasi, Selasa (31/3).
Data tersebut merupakan akumulasi yang dihitung mulai H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran. Tahun lalu, ada sekitar 6 juta kendaraan masuk di DIJ.
Baca Juga: Ngeri! Teror Ribuan Ulat Bulu dari Pohon Mangga Serbu Rumah Warga di Teras Boyolali
Artinya ada kenaikan 2 juta mobilitas kendaraan di tahun ini dalam periode yang sama.
Evaluasinya, dishub menyoroti titik lokasi kepadatan lalu lintas selama Lebaran di DIJ. Salah satunya di gerbang tol Purwomartani. Di sisi lain, jalan sekitar GT Purwomartani bisa menjadi penyeimbang untuk mengurai kepadatan lalu lintas apabila tol Prambanan penuh. "Menjadi salah satu solusi ketika masyarakat mau keluar dari DIJ melalui Tol Purwomartani," bebernya.
Dilihat dari aspek kelancaran, lanjut Erni, dibukanya tol secara fungsional saat Lebaran secara umum sudah baik. Namun, diakui fakta di lapangan masih banyak pemudik yang tersasar pada jalur tikus.
Mayoritas disebabkan karena mereka mengikuti arahan Google Maps agar terhindar dari kemacetan. "Padahal kami kan sudah memberikan informasi adanya jalur-jalur alternatif yang disediakan dan sudah dipastikan aman oleh petugas," tuturnya.
Kejadian tersebut menjadi pembelajaran untuk ke depannya agar masyarakat atau pemudik tidak sembarangan dalam memilih jalur. Sebab, sudah ada jalan alternatif yang lebih lebar untuk dilalui. "Jalur alternatif (yang kecil) itu jalur tikus yang memang tidak kami rekomendasikan," jelasnya.
Ia juga tidak menampik beberapa kepadatan lalu lintas, khususnya di kota, disebabkan masih adanya parkir liar. Padahal, pemerintah sudah mengatur dan menindak dengan tegas para pelaku parkir liar. "Beberapa kemarin sudah digembosi, itu sebenarnya salah satu upaya penegakan peraturan," tegasnya. (oso/pra)
Editor : Heru Pratomo