Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Meriah! Kirab Budaya Mangayubagya Yuswa Dalem ke-80 Sri Sultan HB X Diikuti 12 Ribu Peserta, Ini Harapan Raja Keraton Jogja

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 2 April 2026 | 20:54 WIB
Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi GKR Hemas menyaksikan peserta membawa hasil bumi dalam acara kirab Mangayubagyo 80 tahun Yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di Pagelaran Keraton Jogja, Kamis (2/4/2026). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi GKR Hemas menyaksikan peserta membawa hasil bumi dalam acara kirab Mangayubagyo 80 tahun Yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di Pagelaran Keraton Jogja, Kamis (2/4/2026). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

JOGJA - Kirab Budaya Mangayubagya Yuswa Dalem ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X berlangsung meriah dengan melibatkan sekitar 12 ribu peserta dari ratusan kalurahan di DIY, Kamis (2/4/2026).

Ribuan warga memadati kawasan Titik Nol Kilometer hingga Pagelaran Keraton untuk menyaksikan prosesi persembahan hasil bumi yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat sebagai simbol gotong royong.

Pantauan Radar Jogja, rombongan kirab mulai bergerak sekitar pukul 08.00. Dari kantong-kantong parkir, mereka berkumpul di Titik Nol Kilometer.

Baca Juga: Misteri Kematian Buruh Pembuatan Genting di Girimarto Wonogiri, Dikenal Tertutup namun Aktif Bermasyarakat

Dilanjutkan berjalan bergantian, secara berurutan menuju ke Pagelaran Keraton Jogja.

Spanduk yang bertuliskan nama kalurahan dibentangkan di barisan paling depan. Setiap kalurahan membawa hasil bumi sebagai hadiah yang akan diberikan kepada rajanya.

Setiap kalurahan membawa komoditas khas sebagai bentuk persembahan.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah rombongan Kalurahan Banjaroyo, Kulon Progo, yang membawa durian lokal Kalibawang. 

Baca Juga: Viral Unggahan Lamine Yamal: "Saya Muslim, Menghina Keyakinan Bukan Bagian dari Sepak Bola"

Aroma durian bahkan tercium sepanjang rute kirab dan menarik perhatian penonton.

"Kalurahan kami memang terkenal penghasil durian, makanya kami persembahkan di acara ini," ujar Lurah Banjaroyo Pius Cahya saat ditemui di sekitar Alun-Alun Utara, Jogja, Kamis (2/4/2026).

Kalibawang merupakan daerah di Kulon Progo yang terkenal dengan varietas durian lokal yang menasional.

Baca Juga: PMII Minta Korupsi Mini Zoo Diusut Tuntas, Mantan Bupati hingga Kepala Dinas Ikut Diperiksa

Karena setiap kalurahan menghadiahkan komoditas unggulan masing-masing, mereka inisiatif untuk membawa durian.

Selain durian, beberapa hasil bumi lain seperti pete, pisang, dan sayur-sayuran juga dibawa dalam kirab tersebut.

Lurah Banjarharjo Susanto menambahkan, peserta kirab yang dibawa sebanyak 15 peserta. Hasil bumi yang dibawa yakni pisang, jagung, dan sayuran lain. Hampir mirip dengan kalurahan lain dari Kalibawang.

 "Yang spesial ada lele asap, karena tempat kami itu produksi lele-nya cukup tinggi," imbuhnya.

Baca Juga: Semakin Mewah dan Retro, New Honda Stylo 160 Hadir dengan Warna Spesial Burgundy

Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka Gandang Hardjanta menyebut, kirab ini merupakan inisiatif para lurah sebagai bentuk penghormatan kepada Sri Sultan.

Hasil bumi yang dibawa oleh seluruh peserta dikenal sebagai Glondong Pengarem-arem sebagai bentuk penyampaian pesan Jogja yang mengedepankan gotong-royong.

Pun sebagai persembahan untuk Sri Sultan sebagai simbol terima kasih telah mengayomi masyarakat. Adapun, persiapan dilakukan selama dua bulan dengan melibatkan ratusan kalurahan di DIY.

“Itu (hasil bumi) kami serahkan ke Keraton tapi dibagikan kembali kepada masyarakat melalui bapak ibu bupati/wali kota," ujarnya.

Baca Juga: Pengumuman! Pendaftaran Beasiswa LPDP-Australia Awards Dibuka

Setibanya di Pagelaran Keraton, seluruh hasil bumi dikumpulkan dan diserahkan kepada Sri Sultan.

Hadiah tersebut, pada akhirnya, dibagikan kembali kepada masyarakat oleh Sri Sultan melalui bupati/wali kota sebagai perwakilan masyarakat yang juga turut hadir dalam acara tersebut.

"Saya kembalikan lagi ke warga masyarakat, secara simbolik bupati/wali kota. Harapannya bisa dibagi rata dan bermanfaat untuk masyarakat," ucap Sultan.

Kegembiraan terpancar dari wajah Raja Keraton itu saat menerima para peserta kirab beserta persembahan hasil bumi.

Baca Juga: Nonton Musikal Kelas Dunia: Jersey Boys Siap Hadir di TIM, Tampilkan Lagu Hits 'Can't Take My Eyes Off of You'

"Saya terima kasih teman-teman hadir dalam kesempatan ini semoga sama-sama sehat yang penting itu," ujar Sri Sultan di Pagelaran Keraton Jogja.

Dalam prosesi tersebut, Sri Sultan didampingi Permaisuri GKR Hemas tampak antusias menyambut peserta, bahkan lebih banyak berdiri selama menerima rombongan.

"Berdiri tiga jam ya ra (tidak) kuat," kelakarnya kepada awak media.

Kirab budaya ini diikuti oleh 46 kelurahan di Kota Jogja dan 362 kalurahan dari seluruh DIY.

Baca Juga: Nonton Musikal Kelas Dunia: Jersey Boys Siap Hadir di TIM, Tampilkan Lagu Hits 'Can't Take My Eyes Off of You'

Gunungkidul menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, mencapai ribuan orang.

Saat ditanya terkait harapan untuk DIY ke depannya, ayah lima puteri itu menjawab dengan ungkapan Jawa yakni 'Lir Gumanti'.

Ungkapan tersebut bisa diartikan sebagai proses yang terus berjalan atau bergantian. 

Namun, tidak dijelaskan lagi secara rinci maksud dari ungkapan tersebut.Bagaimanapun semuanya kan terjadi, terjadi lir gumanti," ucapnya.

Baca Juga: Kompak! 595 Insan LPS Sudah Lapor Pajak dan Harta Kekayaan 100 Persen lewat Coretax

Bupati Gunungkidul Endah Subekti mengklaim telah menghadirkan peserta kirab terbanyak.

Diperkirakan hampir tiga ribu orang seluruh perangkat kalurahan di Gunungkidul. Hal itu juga didukung kondisi geografis Gunungkidul yang luasnya mencapai 46,63 persen daerah DIY.

"Harapannya Ngarso Dalem bisa terus mengayomi masyarakat DIY dan jadi pelindung panutan kami, sehingga bisa toto titi tentrem," harapnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Mangayubagya Yuswa Dalem Sri Sultan HB X #kirab budaya #raja Keraton Jogjakarta