Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Jembatan Jonge Ambrol, Akses Utama Semanu-Pantai Selatan Ditutup: Dialihkan ke Jalur Alternatif

Yusuf Bastiar • Jumat, 3 April 2026 | 20:00 WIB
Akibatnya akses jembatan langsung ditutup karena membahayakan pengendara. Insiden ini mengganggu akses vital warga serta memaksa aktivitas ekonomi dan mobilitas dialihkan ke jalur alternatif. (YUSUF BASTIAR/RADAR JOGJA)
Akibatnya akses jembatan langsung ditutup karena membahayakan pengendara. Insiden ini mengganggu akses vital warga serta memaksa aktivitas ekonomi dan mobilitas dialihkan ke jalur alternatif. (YUSUF BASTIAR/RADAR JOGJA)

 GUNUNGKIDUL - Jembatan penghubung Padukuhan Jonge dan Jetis di Kalurahan Pacarejo, Semanu, ambrol Rabu (2/4/2026) sore. 

Akibatnya akses jembatan langsung ditutup karena membahayakan pengendara. Insiden ini mengganggu akses vital warga serta memaksa aktivitas ekonomi dan mobilitas dialihkan ke jalur alternatif.

Warga setempat Sukaspan menuturkan, kejadian bermula saat seorang pengendara motor melintas dan menyadari bagian jembatan mengalami kerusakan.

Baca Juga: Laga PSS Sleman vs Persipal Palu, Asnyari Lubis Minta Pemain Harus Berpikir Menang

“Pengendara itu teriak, katanya jembatan berlubang dan bergerak seperti mau ambrol. Setelah dicek, ternyata benar, sedikit demi sedikit langsung ambrol,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (3/4/2026) sore.

Untuk menghindari risiko kecelakaan, warga bersama tokoh setempat langsung menutup akses jembatan. Kendati ditutup, warga luar kalurahan masih mencoba melewati jalanan tersebut.

Hal ini karena Jembatan Jonge menjadi akses untuk denyut ekonomi. Namun, biasanya pengendara langsung putar balik ketika melihat jembatan diportal tak bisa dilewati.

Baca Juga: Belajar dari Pengalaman 2024, Pompanisasi dan Inovasi Tetes Jadi Senjata Hadapi Godzilla El Nino

“Langsung kami tutup sore itu juga karena khawatir membahayakan pengendara. Soalnya sampai sore ini saja masih ada warga luar yang mencoba lewat sini karena belum tau,” jelasnya.

Sukaspan menjelaskan, jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan wilayah Semanu dengan kawasan wisata pantai selatan seperti Baron dan Krakal.

Selain itu, jembatan juga menjadi akses utama bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan warga.

Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja, Edisi Cetak: Kamis 2 April 2026

Menurutnya, usia jembatan yang sudah lebih dari lima dekade menjadi salah satu penyebab kerusakan.

“Ini dibangun sekitar tahun 1976. Dulu masih bambu dan kayu, kemudian dibangun seperti sekarang, tapi tanpa penguatan besi. Jadi memang sudah tua dan rapuh,” bebernya.

Ia juga menyoroti tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas, termasuk bus wisata. Kondisi tersebut diduga mempercepat kerusakan struktur jembatan.

Baca Juga: Misteri Kematian Buruh Pembuatan Genting di Girimarto Wonogiri, Dikenal Tertutup namun Aktif Bermasyarakat

Akibat penutupan ini, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif. Pengendara dari arah Semanu harus memutar melalui pertigaan Jetis menuju perempatan Warung Wage dengan tambahan jarak sekitar tiga kilometer. 

Sementara itu, ia mengaku sempat melihat petugas dari pemerintahan melakukan peninjauan di lokasi. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut konkret terkait perbaikan.

“Ke sini kemarin foto-foto setelah itu langsung pergi. Ya warga di sini berharap pemerintah segera merespons jembatan ambrol ini karena fungsi vital jembatan sebagai jalur penghubung antarwilayah di sini,” tandasnya.

Baca Juga: Meriah! Kirab Budaya Mangayubagya Yuswa Dalem ke-80 Sri Sultan HB X Diikuti 12 Ribu Peserta, Ini Harapan Raja Keraton Jogja

Sementara itu, Warga Ngeposari, Semanu Suyanto mengaku, terdampak langsung oleh penutupan jembatan tersebut.

 a yang sehari-hari mengantar istrinya berjualan jamu harus mencari jalur lain.

 “Saya tiap hari lewat sini, ini jalur terdekat. Tadi mau lewat ternyata ditutup, akhirnya muter balik. Tambah waktu sekitar 10 menit,” katanya.

Baca Juga: Geger! Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Memilukan Terkubur Setengah Badan di Ladang Sumbung Cepogo Boyolali

Jembatan tersebut dianggap sangat penting bagi aktivitas ekonomi warga.

“Harapannya segera diperbaiki supaya aktivitas warga tidak terganggu. Ini akses utama untuk berjualan dan mobilitas sehari-hari,” harap dia. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#jembatan ambrol #jembatan jonge #akses vital #ditutup #Gunungkidul