BANTUL - Rombongan remaja yang mengendarai enam sepeda motor diketahui membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Tepatnya di Jembatan Senggol, Padukuhan Ngepet, Srigading, Sanden Sabtu (4/4).
Kejadian awal ini diketahui oleh pengendara pikap yang tengah melintas ke arah Wonosari. Kemudian melakukan pengejaran ke rombongan remaja ke arah barat.
Baca Juga: Tak Hanya Blueberry dan Strawberry Berikut Beberapa Sayuran dan Buah yang Termasuk Beri
Mengetahui hal tersebut, pengendara mobil dari arah Wonosari itu kemudian melakukan pengejaran ke arah barat. Namun saat sampai di simpang empat Pandan Sari, pengemudi pikap diserang. Celurit mengenai kaca depan sebelah kanan mobil. “Sesampainya di Gua Cemara rombongan berpencar membubarkan diri,” jelas Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto Minggu (5/4).
Akhirnya dua remaja berhasil diamankan warga di pertigaan Pasar Celep, Srigading, Sanden sekitar pukul 01.45. Satu celurit dan motor tanpa pelat turut diamankan.
Keduanya berinisial NTA, 15, pelajar asal Bambanglipuro yang berperan sebagai joki. Satu orang lainnya berinisial RRG, 18, warga Gunungkidul yang berperan sebagai pembonceng sekaligus membawa sajam. Keduanya diduga merupakan bagian dari rombongan remaja tersebut yang terjatuh saat melarikan diri.
Setelah diamankan, kedua pelaku sempat dipukul warga. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth Bambanglipuro untuk mendapatkan perawatan. “Selanjutnya kedua remaja di bawa ke Polsek Sanden untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.
Baca Juga: Laga PSS Sleman vs Persipal Palu, Asnyari Lubis Minta Pemain Harus Berpikir Menang
Ia mengimbau kepada orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, agar tidak terlibat dalam tindak kejahatan. “Batasi jam keluar malam mereka, agar kerawanan dapat dicegah sejak dini,” imbaunya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova