Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Waspada! BMKG Yogyakarta Sebut Cuaca Labil, Hujan Lebat Masih Ancam DIY: Ini Penjelasannya

Iwan Nurwanto • Jumat, 10 April 2026 | 21:52 WIB
Ilustrasi musim hujan orang0orang memakai payung saat berpergian. (halojabar.com)
Ilustrasi musim hujan orang0orang memakai payung saat berpergian. (halojabar.com)

JOGJA - BMKG Yogyakarta memperingatkan potensi hujan lebat masih terjadi di DIY hingga pertengahan April akibat kondisi cuaca pancaroba yang labil.

 

Masyarakat diminta waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer ada beberapa kondisi yang memungkinkan turunnya hujan lebat.

Baca Juga: Angin Ribut Terjang Karanganyar, Sejumlah Warga Alami Patah Tulang

Pertama, karena suhu muka Laut Jawa dan Samudera Hindia yang terpantau hangat di kisaran 29-30 derajat celcius.

Kemudian, juga ada kemunculan pola konvergensi dan Gelombang Rossby di sekitar Pulau Jawa. Sehingga dimungkinkan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa.

“Profil vertikal kelembaban udara wilayah DIY juga berada pada ketinggian 1,0 – 3,0 kilometer sebesar 65 - 95 persen, sehingga masih memberi peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIJ,” ujar Feri dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Bupati Sragen Siapkan Sanksi bagi Kasek dan Guru Buntut Tewasnya Siswa SMPN 2 Sumberlawang karena Duel Maut

Dia menyatakan, potensi hujan lebat di DIY dimungkinkan juga bisa terjadi hingga pertengahan April. Wilayah sebarannya meliputi Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Bantul bagian utara.

Selama kondisi cuaca yang masih labil, Feri mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dalam waktu singkat.

Lalu juga menjaga kesehatan dengan cukup minum dan membatasi aktivitas di siang hari ketika cuaca terik.

Baca Juga: Ini Dia “Monster” Rempah-Rempah yang Bikin Penyakit Kabur!

“Kami juga meminta agar masyarakat dan pemerintah daerah menghindari risiko kebakaran,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto menyadari potensi bahaya cuaca yang masih labil.

Sehingga dilakukan pemantauan rutin terhadap komisi cuaca dan tinggi muka air sungai.

Baca Juga: Dubes Inggris Sematkan Gold Medal Duke of Edinburgh kepada Siswa Mu’allimin Yogyakarta

Dia menyatakan, pemantauan tinggi muka air sungai dilakukan secara real time. Khususnya di aliran Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong sebagai bentuk peringatan dini bencana luapan sungai.

“Kami juga memperkuat koordinasi, karena menjadi bagian penting agar informasi peringatan dini bisa segera sampai ke masyarakat,” tambahnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bmkg yogyakarta #Pancaroba #Diy #Hujan lebat #cuaca