Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

75 Siswa SMPN 3 Jetis Masih Absen, Penyebab Keracunan Disebut dari Menu Ayam yang Sudah Berbau

Cintia Yuliani • Rabu, 15 April 2026 | 19:53 WIB
LENGANG: Beberapa siswa SMPN 3 Jetis saat berkegiatan di halaman sekolah. Sampai saat ini, 75 siswa absen mengikuti kegiatan belajar. (Cintia Yuliani/Radar Purworejo)
LENGANG: Beberapa siswa SMPN 3 Jetis saat berkegiatan di halaman sekolah. Sampai saat ini, 75 siswa absen mengikuti kegiatan belajar. (Cintia Yuliani/Radar Purworejo)

BANTUL - Sebanyak 75 siswa SMPN 3 Jetis diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG Senin (13/4) masih absen Rabu (15/4). Meskipun tidak menjalani rawat inap, seluruhnya perlu masa pemulihan dan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). 

"Untuk pemulihan (tiga hari, Red) stamina dan psikisnya," kata Kepala Sekolah SMPN 3 Jetis Widodo saat ditemui di sekolah Rabu (15/4).

Sementara untuk 30 guru disebut sudah kembali mengajar. Sebelumnya, mereka turut dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, demam, dan pusing.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Minta Layanan Kesehatan Hewan Keliling Diintensifkan, Minimalisasi Penyakir Menular Hewan Jelang Iduladha

Widodo menyebut, penyebab keracunan mengarah pada menu ayam. Meskipun rasanya masih enak, namun ayam sudah berbau menyengat. "Pada waktu pendistribusian belum begitu terasa baunya. Kemudian gejala baru dirasa malam hari," katanya.

Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar pada pagi hari Selasa (14/4) menjadi tidak kondusif. Banyak siswa bolak-balik ke toilet. 

Mengingat keterbatasan fasilitas toilet dan untuk mencegah penularan ke siswa lain, pihak sekolah memutuskan memulangkan siswa lebih awal. "Kita ambil kebijakan dengan seizin dinas dipulangkan lebih awal anak-anak," katanya.

Sementara wakil kepala sekolah SMPN 3 Jetis yang tak ingin disebutkan namanya mengaku, laporan awal diterima Selasa (14/4) pagi. Awalnya hany tujuh siswa yang mengeluhkan diare. Kemudian jumlahnya bertambah lima siswa pada malam hari. Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan dengan mendatangi setiap kelas dan menanyakan kondisi siswa.

Baca Juga: Hujan Abu Tipis Melanda Dukun dan Sawangan, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Dari hasil pendataan, ditemukan 71 siswa mengalami gejala. Selain itu, melalui grup WhatsApp, diketahui ada empat siswa lain yang tidak berangkat ke sekolah juga mengeluhkan sakit perut. "Lalu kami meminta untuk dibawa ke puskesmas Jetis 2," tuturnya.

 

Pihak sekolah juga menyoroti tidak adanya keterangan kandungan gizi dan harga pada kemasan makanan (ompreng), kecuali saat bulan puasa. Namun, salah satu guru diketahui menyimpan sampel menu MBG yang disajikan Senin (13/4). Terdiri dari nasi ayam bakar, tahu, tumis sawi, dan semangka. Sampel tersebut telah dibawa ke Puskesmas Jetis 2 untuk diuji di laboratorium Selasa (14/4). 

 

Dia pun sempat mencurigai perubahan waktu distribusi. Pada Senin (13/4), makanan dikirim dalam dua tahap. Yaitu pukul 10.00 sebanyak 510 porsi dan pukul 11.00 sebanyak 203 porsi. Distribusi dua kali disebut untuk menghindari kerumunan.

"Saya sempat menanyakan yang diantar awet apa engga karena istirahat jam 12, pihak SPPG bilang IsyaAllah awet," bebernya.

Menindaklanjuti kejadian ini, sekolah meminta agar SPPG Patalan 2 sementara tidak mendistribusikan MBG sejak Selasa (14/4). Tercatat sejak Rabu (15/4), distribusi MBG ke seluruh sekolah penerima manfaat dihentikan tanpa batas waktu yang ditentukan. 

Baca Juga: Gugatan Ijazah Jokowi Kandas di PN Solo; Hakim Kabulkan Eksepsi, Perkara Dinyatakan NO!

Sebelumnya, pihak sekolah juga pernah menemukan menu bola daging dengan rasa yang kurang enak dan teksturnya yang lembek. Sebagai langkah antisipasi kejadian luar biasa (KLB), siswa sempat diminta tidak mengonsumsi menu tersebut.

Ia menambahkan, SMPN 3 Jetis menerima distribusi MBG dari SPPG Patalan 2 sejak akhir Januari. Total penerimanya mencapai 713 orang, terdiri dari 658 siswa serta 55 guru dan karyawan. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Nova
#smpn 3 jetis #penyebab keracunan #menu mbg #KERACUNAN