Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Harga Migor Bermerek di Kulon Progo Naik, Stok Terbatas: Minyak Goreng Subsidi Langka, Pedagang Dibatasi Jual Dua Karton Setiap Hari

Anom Bagaskoro • Minggu, 19 April 2026 | 20:21 WIB
CEK: Satgas Pangan Polda DIY melakukan pengecekan pasar melihat kondisi harga di tengah lonjakan dan keterbatasan stok. ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
CEK: Satgas Pangan Polda DIY melakukan pengecekan pasar melihat kondisi harga di tengah lonjakan dan keterbatasan stok. ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
KULON PROGO - Komoditas minyak goreng (migor) yang dijual di pasar tradisional di Bumi Binangun mengalami lonjakan harga dan pembatasan jumlah penyaluran ke pedagang. 
Di sisi lain, minyak goreng subsidi Minyakita justru sulit ditemui.

Pedagang Sembako Pasar Wates Etikawati menjelaskan, harga minyak goreng mulai merangkak naik sejak dua minggu terakhir.

Baca Juga: Mengenal Sheriff Koboy: Wadah Bersenang-senang Pecinta Board Game Jogjakarta yang Terbuka bagi Siapa Saja

Dari harga rata-rata Rp 18 ribu menjadi Rp 23 ribu per liter. Tak diketahui penyebab pasti kenaikan harga ini, mengingat kebanyakan pedagang hanya menerima penyaluran minyak dari distributor.
"Harganya langsung naik begitu saja, terutama minyak goreng bermerek," kata Etik, Minggu (19/4/2026).

Minyak goreng kemasan dengan merek tertentu mengalami kenaikan yang dirasa memberatkan pedagang dan masyarakat.

Baca Juga: Pameran Keris ‘Merintis Pewaris’ Angkat Jejak Empu Perempuan dari Era Pajajaran dalam Patrem dan Cundrik 

Hampir seluruh minyak goreng dengan merek yang dikenal masyarakat mengalami kenaikan rata-rata Rp 8 ribu, dari yang sebelumnya Rp 38 ribu untuk ukuran dua liter.
Kenaikan ini menyebabkan harga melambung jauh hingga menyentuh Rp 46 ribu ukuran dua liter.

Pedagang kecil pun turut ditampar dengan jumlah penyaluran minyak dari distributor yang terbatas.

Baca Juga: ASN Bukan Buzzer Kekuasaan, DPRD Kritik Keras Imbauan Pemkab Kulon Progo

Pada hari normal, pedagang mampu mendapat penyaluran 20 karton minyak goreng, yang setiap kartonnya berisi enam kemasan minyak goreng berukuran dua liter.
Alhasil, permintaan masyarakat untuk membeli dengan jumlah banyak tak bisa diterima pedagang sepertinya.

"Sekarang cuma dapat tiga karton per pedagang," ungkapnya.
Baca Juga: Keren! Emak-Emak Pembudidaya Ikan di Kulon Progo Belajar Ilmu Penyakit Ikan Langsung dari Dosen UGM

Kendati penyaluran dibatasi, pihaknya menilai stok minyak goreng bermerek masih cukup aman. Hal ini disebabkan banyak konsumen yang beralih ke minyak subsidi yang dibanderol Rp 15.500 per liter.
Padahal distribusi minyak subsidi dengan merek Minyakita cukup terbatas. Setiap pedagang dibatasi menjual dua karton setiap harinya.

Salah satu pembeli asal Triharjo Ayu Listianti sengaja mencari minyak subsidi bermerek Minyakita. Pasalnya, harga minyak goreng kemasan mengalami kenaikan drastis.

Baca Juga: Rumah Mewah Milik Owner Kidoland Sukoharjo Terbakar, Diduga karena Korsleting Listrik

Harga minyak goreng subsidi dirasa masih ramah dikantong. Utamanya, bagi penggunaan rumah tangga ataupun usaha kecil.

"Semoga harganya segera turun, karena nyari minyak subsidi susah," ungkapnya.

Pemilik usaha kuliner sepertinya berharap harga minyak goreng segera mengalami penurunan. Setiap hari dirinya membutuhkan dua liter minyak. Jika tak kunjung turun, laba penjualan makanan miliknya terus terpangkas. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#harga migor naik #stok terbatas #migor subsidi langka #Minyak goreng #KULON PROGO