Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Harga MinyaKita di Pasar Kranggan Naik Jadi Rp 22 Ribu per Liter, tapi Aman di Pasar Beringharjo

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 21 April 2026 | 19:36 WIB
Pedagang menunjukkan beberapa merek minyak goreng yang dijual di Pasar Kranggan, Kota Jogja Selasa (21/4). Harga minyak goreng merek MinyaKita di pasar tersebut mengalami kenaikan dan kelangkaan. (Guntur Aga Tirtana/Radar Purworejo)
Pedagang menunjukkan beberapa merek minyak goreng yang dijual di Pasar Kranggan, Kota Jogja Selasa (21/4). Harga minyak goreng merek MinyaKita di pasar tersebut mengalami kenaikan dan kelangkaan. (Guntur Aga Tirtana/Radar Purworejo)

JOGJA - Harga minyak goreng merek MinyaKita di dua pasar Kota Jogja memiliki perbedaan. Khusus di Pasar Kranggan, harga kemasan satu liter naik dari Rp 18 ribu menjadi Rp 22 ribu. Namun kondisi ini tidak terjadi di Pasar Beringharjo.

Pantauan di Pasar Kranggan, MinyaKita tidak hanya mengalami kenaikan harga. Namun juga semakin langka. Dari puluhan penjual, hanya ada satu kios yang masih memajangnya di etalase. Sedangkan lainnya, hanya menampilkan merek minyak goreng lain.

"Stoknya ini tinggal dikit, tidak ada stok lagi karena susah nyarinya, langka," beber Ani, penjual yang kini hanya memiliki satu karton MinyaKita Selasa (21/4). 

Baca Juga: Strategi GoZero% Telkom: Dorong Inklusi dan Perkuat Kepemimpinan Perempuan di Sektor Teknologi


Menurutnya, kelangkaan tersebut mulai dirasakan pada Lebaran. Terlebih MinyaKita dengan kemasan satu liter. Ia pun tidak tahu alasan adanya kelangkaan tersebut. Namun sales disebutnya sudah jarang berkunjung ke Pasar Kranggan. "Ini adanya kemasan dua liter harganya Rp 42 ribu. Karena langka (1 liter, Red) ya terpaksa," bebernya.

Menurutnya, kondisi ini turut memengaruhi kenaikan harga pada bulan ini. Membuatnya beralih menjual minyak goreng merek lain non-subsidi. Seperti Sunco yang tadinya seharga Rp 21 ribu, menjadi Rp 23 ribu. Hanya selisih Rp 1.000 dari MinyaKita.

Baca Juga: Mengenal Filosofi Keris Pandawa Cinarito: Rahasia di Balik Kewibawaan dan Kelancaran Bicara Para Dalang

Penjual sembako lainnya Lina menyebut, sales MinyaKita tidak mempunyai stok barang. "Biasanya sales rutin nyetok dua kali seminggu, tapi udah beberapa hari ini tidak ada," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat beberapa pembeli beralih ke merek lain bahkan minyak curah. "Kasihan juga kalau (pembeli, Red) harus beli yang terlalu tinggi buat jualan," paparnya.

Sementara di Pasar Beringharjo, penjual mendapatkan stok MinyaKita dari Bulog. “Biasanya sekali pesan paling banyak lima karton," sebut penjual sembako Pasar Beringharjo Joko.

Dia pun masih menjualnya sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per liter.

Sedangkan penjaga Kios Segoro Amarto di Pasar Beringharjo Miko mengaku, pengajuan stok MinyaKita ke Bulog hanya 10 karton. "Harga per liter di sini Rp 15.700, sementara saat ini HET-nya segitu," rincinya. (oso/eno)

Editor : Sevtia Eka Nova
#Bulog #Pasar Beringharjo #Minyakita #Minyak goreng #Pasar Kranggan