Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Lagi! Sinkhole Tileng Meluas, Diameter Capai 10 Meter: Warga Diminta Jauhi Lokasi, BPBD Siapkan Kajian Ilmiah

Yusuf Bastiar • Kamis, 30 April 2026 | 19:15 WIB
TERJADI LAGI: Sinkhole di Kalurahan Tileng Girisubo semakin meluas hingga luas mencapai 10 meter dan kedalaman 4 meter. Dokumentasi/Tagana Kelurahan Tileng

 
TERJADI LAGI: Sinkhole di Kalurahan Tileng Girisubo semakin meluas hingga luas mencapai 10 meter dan kedalaman 4 meter. Dokumentasi/Tagana Kelurahan Tileng  

GUNUNGKIDUL - Amblesan tanah (sinkhole) di Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, terus melebar hingga berdiameter sekitar 10 meter dengan kedalaman 4 meter.

Retakan tanah yang mengelilingi lubang membuat kondisi kian berbahaya sehingga warga diminta menjauh dari lokasi demi keselamatan.

Amblesan terjadi di lahan pertanian milik Paijan, warga Padukuhan Banagung.

Baca Juga: Lurah Diberi Waktu Lima Hari untuk Jawab Laporan Masyarakat, HB X Akan Beri Teguran jika Tak Ditanggapi

Personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kalurahan Tileng Ngatijan mengatakan, sinkhole pertama kali muncul pada 4 Maret 2026 saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Pada amblesan pertama, lubang sinkhole itu memiliki lebar 2 meter dengan kedalaman 2 meter.

“Namun, dari waktu ke waktu semakin melebar dan dalam,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga: May Day Kelabu bagi Eks Karyawan PT SAK di Kulon Progo, Gaji Tak Cair dan Pesangon Terabaikan

Dia menjelaskan, perkembangan signifikan terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan pengecekan terbaru Kamis (30/4/2026), diameter lubang telah mencapai sekitar 10 meter dengan kedalaman 4 meter.

Bahkan, retakan tanah juga mulai muncul di sekitar titik amblesan.

“Retakan tanah mengelilingi lubang, panjangnya bisa sampai 10 meter dan tidak hanya satu titik. Ini yang membuat kondisi semakin berbahaya,” katanya.

Baca Juga: Air Sumur Warga Mangiran Berbusa dan Berbau karena Tercemar Limbah IPAL SPPG, Masih Belum Ada Penutupan untuk Proses Perbaikan

Dia menambahkan, lahan terdampak merupakan area pertanian produktif yang masih ditanami jagung.

Untuk mencegah risiko, pihaknya telah memasang pembatas sederhana di sekitar lokasi menggunakan batang singkong serta memberikan peringatan kepada warga.

“Saya sudah mengimbau warga dan petani agar tidak mendekat. Karena kemungkinan lubang masih bisa bertambah lebar dan dalam,” pesannya.

Baca Juga: Ortu Korban Daycare Little Aresha Minta Restitusi Miskinkan Para Pelaku, HB X Heran Mayoritas Pelaku Kekerasan Adalah Ibu-Ibu

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Edy Winarta menyatakan, telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan tengah melakukan pembaruan data.

“Laporan sudah kami terima, saat ini masih proses update data,” ujarnya.

Untuk penanganan lebih lanjut, BPBD akan menggandeng perguruan tinggi guna melakukan kajian ilmiah di lokasi.

Baca Juga: Sawo dan Pisang Mentah Dipercaya dapat Mengatasi Diare: Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Ilmiah Menurut Ilmu Kedokteran yang Perlu Diketahui

Langkah ini diperlukan untuk mengetahui penyebab terbentuknya sinkhole serta menentukan upaya mitigasi yang tepat.

“Biasanya kami bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk penelitian di lokasi. Dari situ nanti akan diketahui penyebabnya dan bisa ditentukan langkah penanganan yang sesuai,” jelasnya.

Menurutnya, penanganan sinkhole tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan harus berbasis hasil kajian.

Baca Juga: Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal, Iduladha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026

Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas hingga ada langkah penanganan lebih lanjut.

Fenomena sinkhole di wilayah selatan Gunungkidul sendiri bukan kali pertama terjadi.

Ya ini mengingat karakteristik tanah karst yang rentan mengalami amblesan, terutama saat curah hujan tinggi,” tambahnya. (bas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kajian ilmiah #amblesan tanah #Girisubo #Gunungkidul #Sinkhole