KULON PROGO - Calon Jamaah Haji (CJH) dari embarkasi YIA batal berangkat ke Baitullah tahun ini. Pasalnya, mereka dinyatakan tak laik terbang.
"Data saat ini, ada lima CJH yang tunda keberangkatan," ucap Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh DIJ Silvia Rosetti, Minggu (3/5).
Penundaan disebabkan temuan masalah kesehatan pada CJH. Dia memastikan, setiap tahapan pemeriksaan telah dilakukan. Mulai dari sebelum pemberangkatan, prapemberangkatan, hingga menjelang pemberangkatan.
Penundaan pemberangkatan disebabkan hasil pemeriksaan kesehatan menjelang pemberangkatan, tepatnya saat CJH memasuki embarkasi. Penundaan ini, menyebabkan CJH haji baru bisa diberangkatkan di tahun selanjutnya.
Sementara itu, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi YIA Jauhar Mustofa menyebut, kelima CJH dinyatakan tidak layak terbang, dengan alasan kesehatan. "Tahun lalu (2025), jamaah haji Indonesia meninggal ada 447 orang dan ini tertinggi di dunia," ucapnya.
Jauhar menyampaikan, tingkat kematian yang tinggi pada jamaah Indonesia menyebabkan otoritas Arab Saudi memperketat syarat. Pihak PPIH tetntu menyesuaikan kebijakan itu, dengan ikut mengetatkan pemeriksaan.
Baca Juga: Sadis! Peran Pelaku Pembunuhan Lansia di Rumbai Terkuak Lewat CCTV, Mantan Menantu Diduga Terlibat
Hasilnya ada lima CJH yang batal diberangkatkan tahun ini alias diundur tahun depan.
Kebanyakan CJH yang batal berangkat tahun ini mengidap penyakit jantung dan paru-paru. Walau banyak CJH dengan penyakit sejenis, pihaknya memastikan pemberangkatan mereka ditunda atas pertimbangan level potensi bahaya. Terutama melihat kondisi tubuh, usia, dan cuaca di Arab Saudi yang dapat memperburuk kondisi CJH. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo