SLEMAN - Pembangunan gedung Mapolda DIY resmi dimulai Minggu (3/5). Ditandadi dengan peletakan batu pertama oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X. Nantinya, konsep Smart City akan diterapkan di markas baru tersebut.
Menurut Sigit, ada empat konsep Smart City yang akan diterapkan. Pertama berupa data-driven policing hub. Sistem ini berfungsi sebagai pusat kendali kepolisian berbasis data real time. Melalui sistem tersebut, informasi dari berbagai sumber dapat diolah secara cepat. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis fakta.
"Kedua, social listening and sentiment intelligence system. Untuk memantau dan memahami opini serta perasaan masyarakat, terutama dari media sosial," bebernya.
Baca Juga: BPBD DIY Ajukan Perpanjangan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 15 Mei, Ini Alasannya...
Ketiga, lanjut Sigit, adalah cyber security defense center. Fasilitas ini berfungsi melindungi sistem dan data dari ancaman siber seperti peretasan, penipuan online, hingga kejahatan digital. "Kehadiran pusat ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan digital institusi," tegasnya.
Keempat, decision intelligence and knowledge system. Menurutnya, sistem ini akan mengolah data dan pengalaman menjadi basis pengetahuan. Tujuannya adalah untuk membantu pimpinan dalam membuat keputusan yang lebih cerdas, akurat, dan berkelanjutan.
"Memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada dengan konsep memadukan seluruh data di DIY, sehingga itu bisa memberikan layanan secara real-time," jelasnya.
Baca Juga: Lansia Tewas di Rumbai Pekanbaru, Emas hingga Uang Dolar Singapura Raib Digondol Pelaku
Sigit memastikan, Mapolda DIY baru yang berada di Jalan Bibis, Sidomulyo, Godean, Sleman ini akan dituntaskan dalam waktu satu tahun. “Ataukah nanti akan ada pengembangan-pengembangan baru," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur DIY HB X menambahkan, adanya fase baru dalam lanskap keamanan. Sebab ancaman tidak lagi selalu tampak sebagai gangguan fisik. Melainkan menjelma dalam bentuk kejahatan siber, disinformasi, hingga erosi kepercayaan publik. "Laporan global menunjukkan bahwa kerugian akibat kejahatan siber terus meningkat," ujarnya.
Dalam perspektif manajemen kontemporer, lanjutnya, organisasi yang unggul adalah mereka yang mampu mengintegrasikan data, teknologi, dan penilaian manusia dalam satu kesatuan sistem keputusan yang adaptif. Tantangan yang menghadang adalah membangun arsitektur kepercayaan, yang mampu merespons dengan cepat, akurat, dan berintegritas.
"Mapolda DIY ke depan, diharapkan menjelma sebagai satu kesatuan sistem keamanan yang utuh, melalui konsep Smart City tadi," harapnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova