KULON PROGO – Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) mulai memberangkatkan rombongan calon jemaah haji (CJH) pada Selasa (5/5). Pemberangkatan ini ditandai dengan penerbangan perdana dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Jakarta sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Masa Tunggu Lebih Singkat
Direktur Operasional PT Nur Ramadan Internasional, Hamzah Kuat Prasetya, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya memberangkatkan total 324 CJH ke Baitullah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 143 jemaah mengawali perjalanan melalui Bandara YIA.
"Hari ini seluruh jemaah menuju Jakarta untuk proses konsolidasi, dan dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi pada keesokan harinya," ujar Hamzah saat ditemui di Bandara YIA, Selasa (5/5).
Salah satu keunggulan utama haji khusus adalah masa tunggu yang relatif singkat, yakni sekitar enam hingga tujuh tahun. Hal ini berbeda signifikan dengan haji reguler yang rata-rata memiliki daftar tunggu hingga 12 tahun untuk tahun keberangkatan yang sama.
Fasilitas Bintang Lima dan Lokasi Strategis
Meskipun biaya haji khusus mencapai kisaran Rp 260 juta—jauh di atas haji reguler yang berada di angka Rp 80 juta—fasilitas yang ditawarkan sangat sebanding. Jemaah haji khusus mendapatkan jaminan layanan premium, termasuk penginapan di hotel bintang lima yang berlokasi strategis di dekat kompleks Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kedekatan lokasi ini memudahkan jemaah untuk beribadah secara intensif tanpa terkendala jarak.
Didominasi Usia Produktif
Berbeda dengan jemaah reguler, profil jemaah haji khusus didominasi oleh kelompok usia produktif antara 18 hingga 50 tahun yang mencapai 70 persen dari total rombongan. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat mapan secara finansial yang memilih kenyamanan dan efisiensi waktu.
Sovia Rara, CJH khusus asal Kota Jogja, mengungkapkan kegembiraannya dapat berangkat bersama orang tuanya. Ia sengaja memilih jalur haji khusus demi kenyamanan keluarga meski harus merogoh kocek lebih dalam.
"Antreannya jauh lebih cepat. Karena saya berangkat bersama orang tua, sebisa mungkin saya memberikan fasilitas terbaik agar kami bisa lebih fokus beribadah tanpa terbebani masalah teknis atau akomodasi," tutur Sovia.
Editor : Heru Pratomo