Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Warga Mengeluh Sesak Nafas dan Iritasi Mata, Puluhan Warga di Kalasan Dievakuasi karena Mencium Gas Bocor

Guntur Aga Tirtana • Sabtu, 9 Mei 2026 | 20:41 WIB
Personel Gegana Polda DIJ melakukan dekontaminasi akibat kebocoran gas amonia di area pabrik es kristal, Dusun Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman, kemarin (9/5).
Personel Gegana Polda DIJ melakukan dekontaminasi akibat kebocoran gas amonia di area pabrik es kristal, Dusun Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman, kemarin (9/5).

 

 

 

 

SLEMAN – Puluhan warga Dusun Bayen, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman tak bisa tidur pada Jumat (8/5) dini hari. Penyebabnya mereka mencium bau gas yang membuat sesak nafas hingga perih di mata. Diduga karena ada kebocoran gas dari sebuah pabrik es Kristal.

Dukuh Bayen, Mukti Sukamdani menjelaskan insiden dugaan kebocoran gas itu berawal pada Jumat (8/5) pukul 24.00. Saat itu  sejumlah warga yang bertempat tinggal di sekitaran pabrik es tersebut mencium bau tidak enak. Sebanyak 15 keluarga serta sejumlah penghuni rumah kos di sekitar lokasi untuk mengungsi demi menghindari dampak kesehatan yang lebih serius.

"Di sepanjang Jalan Cangkringan ini, ternyata tidak hanya bau saja, tapi mata juga pedih. Terus paru-paru juga sesak," katanya, Sabtu (9/5) siang. Warga yang berdekatan dengan pabrik itu sudah dievakuasi ke arah selatan

Baca Juga: Bunga Pepaya, Si Pahit yang Kaya Khasiat: Dari Pekarangan Rumah hingga Meja Makan Nusantara

Meski begitu, Mukti mengatakan, pada Sabtu para warga sudah bisa beraktivitas seperti biasa lagi. Sebab saat ini sudah banyak tim mulai dari BPBD Sleman hingga tim Brimob Polda DIJ dan Dinas Kesehatan Sleman yang turun langsung ke area pabrik es tersebut.  "Kejadian ini baru pertama kali di sini. Kami juga berinisiatif buka posko berkaitan dengan itu. Karena arealnya kan kami juga tidak bisa memastikan untuk area yang terdampak," ungkapnya.

Salah satu warga yang terdampak, Irfan Hajam mengatakan meskipun saat ini para warga di sekitaran pabrik es itu sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Akan tetapi, para warga masih disarankan untuk tidak memakai air dari sumur untuk dikonsumsi terlebih dahulu. "Kami telah diimbau dari tim kesehatan seperti itu. Kami minum dari dispenser atau air yang beli," lontarnya.

Baca Juga: Buntut Keracunan Ratusan Murid SMKN 1 Jatiroto dan Temuan Puntung Rokok di Menu MBG, Wabup Wonogiri Cek Dapur SPPG: Ini Hasilnya…

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya langsung melakukan proses evakuasi. Sejumlah warga yang rumahnya berada dalam radius 200 hingga 300 meter dari pabrik es tersebut disuruh untuk menjauhkan diri dari sumber dugaan kebocoran gas tersebut.

Mengingat, banyak warga di sekitar lokasi masih banyak yang mengalami sesak napas, mata perih (iritasi mata), dan terganggu oleh bau gas yang sangat menyengat."Kami telah mendorong distribusi masker sebanyak 1.000 unit dan pagi ini ditambah lagi 500 unit," bebernya. (ayu/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kebocoran gas #sesak nafas #iritasi mata #gegana polda dij #kalasan