Salah satu peternak dan penjual hewan kurban Sadino mengatakan, dampak PMK tahun lalu masih terasa hingga sekarang. Walau temuan kasus di Bumi Binangun cenderung sedikit, efek PMK tahun lalu berdampak ke harga hewan kurban sekarang.
"Ternak sapi di masyarakat cenderung turun, karena merebak wabah PMK," ucap Sadino, Minggu (10/5/2026).
Sadino menjelaskan, banyak peternak kecil dan besar memilih mengurangi stok hewan saat PMK tahun lalu. Akibatnya, hewan ternak khususnya sapi dengan ukuran untuk kurban sulit didapatkan. Hal serupa juga terjadi di beberapa daerah sentra produksi hewan potong.
Jumlah stok yang sedikit, menyebabkan kenaikan harga tak terhindarkan. Sapi dari daerah Gunungkidul, dan Madura turut mengalami kenaikan. Rata-rata kenaikan berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.
"Naiknya lumayan, dari tahun sebelumnya Rp 21 juta sekarang jadi Rp 23 juta," ucapnya.
K ebanyakan masyarakat mencari sapi ukuran sedang dengan anggaran di bawah Rp 25 juta. Namun, sapi dengan ukuran tersebut kini sulit didapat pada kisaran harga itu akibat kenaikan harga ternak.
Menurutnya, kenaikan harga hewan kurban sapi berdampak ke menurunnya minat pembeli. Di tahun lalu, Sadino mampu menjual 30 ekor sapi hanya dari membuka lapak di Pasar Hewan Kulon Progo. Namun, tahun ini penjualannya menurun dan diprediksi hanya mampu menjual belasan ekor saja.
"Bisa dilihat sendiri sepi, padahal tahun lalu jelang Idul Adha los pasar penuh," ungkapnya.
Baca Juga: Viral Begal Pantat di Magelang, Pelaku Ternyata Sudah Berkali-kali Beraksi
Selain sepi peminat, penjualan ternak juga tak banyak dilirik pedagang atau peternak. Hal ini dibuktikan dengan perdagangan hewan kurban di Pasar Hewan Kulon Progo. Hanya satu los sapi dari lima los yang terlihat aktivitas perdagangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Yuriati menjelaskan, tak ada temuan PMK pada Mei 2026. Kasus PMK terakhir kali muncul pada Januari 2026, itupun dapat dikendalikan.
"Terakhir Januari 91 kasus, dan itu semua bisa disembuhkan," ungkapnya. (gas/wia)