Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Rupiah Melemah, Harga Migor dan Gula Pasir Diprediksi Meroket: Pemkot Jogja Siapkan Antisipasi Ini

Guntur Aga Tirtana • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:48 WIB
Pedagang menunjukkan beberapa merek minyak goreng yang dijual di Pasar Kranggan, Kota Jogja, (21/4). Harga minyak goreng merek Minyakita di pasar tersebut mengalami kenaikan dan kelangkaan. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja.
Pedagang menunjukkan beberapa merek minyak goreng yang dijual di Pasar Kranggan, Kota Jogja, (21/4). Harga minyak goreng merek Minyakita di pasar tersebut mengalami kenaikan dan kelangkaan. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja.

 

JOGJA – Harga minyak goreng (migor) dan gula pasir diprediksi segera merangkak naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan menipisnya stok di pasaran.

 

Mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok tersebut, Pemkot Jogja menyiapkan gerakan pangan murah di 14 kemantren hingga November mendatang.

 

Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja Sri Riswanti mengatakan, minyak goreng dan gula pasir kemungkinan yang paling terdampak karena bergantung pada kondisi global.

 

Baca Juga: Minta Raperda Mihol di Kulon Progo Melarang Miras, Bukan Sekadar Pengendalian dan Pengawasan

 

Namun, kedua komoditas itu terpantau masih stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET) saat ini.

 

“Hasil pantauan kami gula pasir dari Bulog dan Minyakita masih sesuai HET. Gula Rp 17500 per kilogram, Minyakita Rp 15.700 per liter,” ujar Riswanti saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).

 

Riswanti menjelaskan, harga migor memang sangat bergantung pada harga crude palm oil (CPO) di pasar global. Sementara  gula pasir impor juga kerap dijual di berbagai supermarket di Indonesia.

 

Baca Juga: Jantung Pisang: Emas Tersembunyi dari Kebun Tropis, Berikut Khasiat Kesehatan

 

Meski demikian, dipastikan harga migor merek Minyakita dan gula pasir lokal kini masih terkendali sesuai dengan HET.

 

Kendati harganya masih normal, eks Kepala UPT Pusat Bisnis Dinas Perdagangan Kota Jogja itu mewanti-wanti kesiapan masyarakat untuk menghadapi lonjakan harga minyak goreng. Karena stoknya yang mulai menipis.

 

Upaya antisipasi harga minyak goreng meroket sudah disiapkan, melalui gerakan pangan murah di 14 kemantren secara bergiliran sejak 12 Mei hingga November mendatang.

Baca Juga: Dramatis! Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Satpam Bank di Solo Residivis Curanmor

 

Kegiatan ini akan menyediakan berbagai bahan pangan seperti beras, telur, hingga minyak goreng. Dalam program tersebut pemkot memberikan subsidi Rp 2.000  tiap komoditas.

 

“Jika komoditas terjadi kelangkaan atau harga melebihi batas ambang wajar maka dilakukan intervensi (operasi pasar),” jelas Riswanti.

 

Pantauan Radar Jogja, di tingkat pengecer harga gula pasir sudah mengalami peningkatan harga. Yani, salah satu pemilik warung kelontong di Kemantren Wirobrajan mengungkapkan, harga gula pasir kini berada di Rp 18.500 per kilogram (kg).

 

Baca Juga: Dari 9 Usulan Gunungkidul ke Pusat untuk Perbaikan, Hanya Jembatan Ini yang Sudah Dipastikan Dibangun

 

Naik dibandingkan awal bulan lalu yang berada di kisaran Rp 17.800-18.000 per kg. Sementara untuk Minyakita dihargai Rp 17.000 per liter.

 

Harga Minyakita di warungnya memang dijual melebihi HET karena ada margin keuntungan yang diambil oleh pengecer.

 

“Kalau minyak goreng sebulanan ini harganya tetap, saya ambil harganya Rp 15.800 dari pasar,” bebernya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#gula pasir #harga meroket #rupiah melemah #Pemkot Jogja #Minyak goreng