Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tak Laku! Harga Telur Bebek Anjlok di Tengah Kenaikan Harga Pakan, Peternak Butuh 10 Hari untuk Habiskan Stok

Anom Bagaskoro • Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00 WIB
RAPI: Peternak bebek asal Panjatan menata hasil telur untuk dipasarkan. Harga telur bebek anjlok dalam sebulan terakhir ini dampak melemahnya rupiah terhadap dolar AS. ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
RAPI: Peternak bebek asal Panjatan menata hasil telur untuk dipasarkan. Harga telur bebek anjlok dalam sebulan terakhir ini dampak melemahnya rupiah terhadap dolar AS. ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

KULON PROGO – Harga telur bebek terus mengalami penurunan dalam sebulan terakhir ini. Kondisi ini dipicu oleh melemahnya tingkat pembelian masyarakat. Sekaligus, pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada harga bahan baku pakan yang sudah dikeluhkan kalangan peternak sebelumnya.

Salah satu peternak bebek asal Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan Agus Nurmansyah menjelaskan, penurunan harga tersebut telah berlangsung selama empat pekan terakhir. Padahal harga telur bebek sempat mengalami kenaikan saat Idul Fitri.

"Sekarang harganya terjun bebas, per butirnya Rp 1.500," ucap Agus, Minggu (17/5/2026).
Baca Juga: Perokok di Jogja Terancam Kena Sanksi Lebih Berat, Bisa Ditindak Langsung di Tempat

Agus menyampaikan, selama Idul Fitri harga telur mencapai Rp 2.500 per butir. Namun kembali anjlok, setelah beberapa pekan hingga di harga normal sekitar Rp 2 ribu per butir. Penurunan harga telur terus berlanjut hingga pertengahan Mei.
Penurunan dipicu melimpahnya stok telur bebek dari peternak. Di samping itu, daya beli masyarakat cenderung menurun pasca-Idul Fitri.

Ia menggambarkan, saat Idul Fitri, masyarakat banyak membeli telur asin untuk makanan di rumah. Kebutuhan telur bebek yang tinggi itu, memicu penyerapan hasil panen di tingkat peternak. Terlebih, perajin telur asin yang selalu bekerja sama dengan peternak kebanjiran order dari program MBG.
Baca Juga: Soal Dugaan Anggota Polresta Sleman Langgar KEPP , Polisi Sebut Masih Diselidiki Sipropam

Kendati harga telur menurun, Agus justru merasa kesulitan memasarkan hasil panennya. Lantaran, tengkulak hingga perajin telur asin justru menurunkan jumlah pembelian. Hal ini, dipicu penurunan minat masyarakat akibat daya beli melemah.

"Seminggu sekali pasti sembilan ribu butir telur selalu habis, sekarang butuh 10 harian baru terjual," bebernya.

Peternakan milik Agus memiliki produksi telur 1.200 butir per hari. Dalam seminggu, ia dapat mengumpulkan sembilan ribu telur dan selalu ludes terjual. Konsumennya merupakan, pedagang, tengkulak, hingga perajin dari luar daerah. Namun kini, konsumennya lebih memilih mengurangi jumlah pembelian.
Baca Juga: Buntut Pencurian Gamelan, Warga Tolak Suharyadi Kembali Jadi Dukuh, Lurah Klaim Pemecatan sesuai Aturan

Kondisi harga telur yang terjun bebas turut diperparah dengan kenaikan harga pakan. Pakan bebek yang biasanya terbuat dari pelet mengalami kenaikan dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per karung. Kenaikan ini dipicu melemahnya rupiah terhadap dolar. Mengingat bahan baku pakan biasanya diimpor dari luar negeri.

Agus berharap, harga telur kembali di harga normal. Mengingat harga pakan mengalami fluktuasi dan berakibat ke peternak lokal. 
Padahal peternak sepertinya hendak mengembangkan usaha. Namun, tak bisa, mengingat harga telur dan pakan masih belum stabil.
Baca Juga: Dituduh Mencuri, Anak Bawah Umur di Giritontro Wonogiri Diikat di Tiang Bangunan dan Sempat Dipukul: Polisi Amankan 4 Warga

Hal serupa juga diungkapkan pedagang telur di Pasar Bendungan Yuniati. Sebagian besar komoditas telur mengalami penurunan, baik telur ayam hingga bebek. Paling mencolok pada komoditas telur ayam yang mengalami penurunan hingga Rp 5 ribu.

"Ini masih turun terus, telur ayam Rp 25 ribu per kilogram sebelumnya Rp 30 ribu," ungkapnya. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#rupiah melemah #daya beli menurun #Telur Bebek #Kenaikan harga pakan ayam #peternak