KULON PROGO - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo menyiapkan penyaluran bantuan sarpras budi daya ikan sistem bioflok. Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kepala DKP Kulon Progo Drajat Purbadi menjelaskan, bentuk bantuan budi daya ikan sistem bioflok berupa pembangunan sarpra. Seperti bangunan penaung, kolam bioflok, hingga sarana pendukung budi daya ikan air tawar.
Namun sampai saat ini, baru ada 14 KDMP yang mangajukan untuk menerima bantuan ini. Sebelumnya dua KDMP mundur karena tidak memenuhi syarat.
Sebab, ada persyaratan berupa kebutuhan tanah seluas 1.000 meter persegi untuk bangunan bioflok harus terpenuhi. Luasan ini untuk menampung hingga 24 kolam bioflok.
Selain itu, KDMP memiliki kewajiban untuk land clearing lahan agar pembangunan dapat segera dilakukan. Pemasangan listrik 2.200 watt dan kepastian suplai air budi daya juga masuk persyaratan utama. "Yang mundur itu, karena tanahnya tidak mau diratakan," ucapnya.
Baca Juga: Penjualan Anjlok, Pemilik Pangkalan LPG di Kulon Progo Tak Berani Stok Banyak LPG Nonsubsidi
Drajat berharap, agar kalurahan atau KDMP dapat memanfaatkan bantuan tersebut. Lantaran, bantuan tersebut dapat menjadi usaha yang berkembang. Mengingat sistem bioflok dapat meningkatkan produktivitas panen ikan hingga dua kali lipat. Terlebih bantuan sarpras jika dilihat pagu anggarannya mencapai Rp 700 juta. (gas/eno)