"Ini sebenarnya sangat simpel. Menurut kami itu tidak perlu nambah emplacement sendiri untuk kereta bandara. Tinggal KRL yang sekarang ditambah frekuensinya saja," kata Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kamis (21/5/2026).
Meski begitu, Made sapaan akrabnya itu menjelaskan, pengembangan layanan KRL ke arah YIA melalui Maguwo masih memerlukan kajian lanjutan. Termasuk integrasi lintasan dan pengembangan kawasan park and ride di sekitar simpul transportasi tersebut.
"Nanti kita diskusikan lebih konkret lagi supaya ini tidak sekadar wacana tapi sesuatu yang menurut kami, yakin-lah ini bisa direalisasikan," ujarnya.
Diakuinya, kepadatan penumpang di Stasiun Tugu saat ini memang sudah perlu dipecah, terutama ketika terjadi lonjakan penumpang saat long weekend maupun agenda besar di pusat Kota Jogja.
"Oh iya, kita harus memecah kepadatannya," katanya saat ditanya soal perlunya membagi titik beban penumpang dari Stasiun Tugu.
Dia menyebut, seluruh mobilitas penumpang tidak harus terpusat di tengah kota. Dengan penguatan layanan di Maguwo, diharapkan penumpang nantinya dapat memilih titik transit alternatif sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah tujuan masing-masing.
Baca Juga: Riset Muslim Pro: Haji dan Umrah Kini Jadi Aspirasi Hidup Generasi Muda Indonesia
"Kalau memang di tengah kota ada kegiatan, ya silakan naik dari Maguwo. Jadi tidak semua orang harus ke tengah kota," ucapnya.
Hal senada disampaikan Direktur Sistem dan Layanan Integrasi Ditjen Integrasi Transportasi Multimoda Kementerian Perhubungan Amirullah. Dia menilai, kawasan Maguwo memiliki potensi besar berkembang menjadi transit oriented development (TOD) baru di DIY.
"Maguwo masih transport hub, dan saya yakin ke depannya akan jadi TOD. Kami sarankan dibuat kajian soal implementasi hal tersebut," kata Amirullah.
Ia mengungkapkan, 67,97 persen penumpang pesawat yang tiba di YIA saat ini melanjutkan perjalanan menggunakan kereta bandara dan turun di Stasiun Tugu.
Baca Juga: Dosen UIN Solo Diduga Lecehkan Sejumlah Mahasiswi, Rektor Desak Pelaku Minta Maaf Langsung
Kondisi itu dinilai memunculkan titik kepadatan baru di pusat Kota Jogja. Sehingga, pengembangan simpul transit di Maguwo diklaim dapat menjadi solusi untuk mendistribusikan arus penumpang agar tidak seluruhnya menumpuk di kawasan Tugu.
"Kalau bisa turun di Maguwoharjo kan bisa memecah kepadatan tidak hanya di area Stasiun Tugu Jogja saja," tambahnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita