JOGJA - Revitalisasi Jembatan Kewek segera memasuki tahap fisik. Pembongkaran bangunan lama dijadwalkan mulai bulan depan, diawali penguatan struktur penyangga untuk meminimalisasi risiko kecelakaan kerja dan dampak terhadap warga sekitar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, sebelum tahap pembongkaran itu pelaksana proyek akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Setelah tahap itu selesai lalu dilanjutkan dengan persiapan material.
“Pembongkaran justru yang paling akhir, (pekerjaan dimulai) dinding-dinding penahannya dulu, baru nanti bongkar,” ujar Umi kepada wartawan, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: Waisak 2026, Candi Borobudur Hadirkan Pasar Medang hingga Sunrise Walking Pradaksina
Umi menyatakan, jika material telah siap nantinya pelaksana proyek akan mendahulukan penguatan struktur penyangga jembatan. Opsi tersebut diambil untuk mengantisipasi resiko kecelakaan kerja. Sekaligus meminimalisasi dampak perobohan jembatan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar jembatan.
Sebelum memasuki tahapan inti pekerjaan jembatan, pihaknya sudah memulai pengerjaan jalur kabel bawah tanah atau ducting di sekitar Jembatan Kewek. Langkah tersebut untuk menata kabel-kabel fiber optik yang selama ini semrawut.
Kemudian untuk tahapan lain seperti pembangunan taman dan pelebaran trotoar dimungkinkan mulai dikerjakan tahun depan atau setelah pembangunan jembatan selesai. Kebijakan itu diambil agar pekerja proyek jembatan tidak terganggu dengan pekerjaan lain.
“Karena kalau dikerjakan bersamaan, nanti susah tempatnya,” jelasnya.
Baca Juga: Ketua LPS Anggito Abimanyu: Jangan Biarkan Teknologi Finansial Tumbuh tanpa Etika dan Literasi
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian PU DIY Andi Nugroho Jati menyampaikan, proyek pembangunan Jembatan Kewek dijadwalkan selesai akhir tahun.
Sehingga pada awal tahun infrastruktur penghubung antara kawasan Kotabaru dengan Malioboro itu bisa digunakan kembali.
Andi mengungkapkan, dalam revitalisasi Jembatan Kewek dilakukan perubahan dimensi. Misal dari panjang jembatan yang semula 17 meter akan diperpanjang menjadi 30 meter. Kemudian untuk lebarnya akan dibuat menjadi 12,5 meter dari ukuran semula yang hanya 9,5 meter. Perubahan dimensi tersebut untuk memaksimalkan fungsi jembatan.
“Insya Allah awal tahun sudah bisa digunakan,” ungkapnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita