Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menjelaskan titik api itu terus bermunculan di sebuah rumah milik AYM, 60, di wilayah Kasuran, Mriyan, Margomulyo, Seyegan, Sleman sejak Jumat (22/5/2026) lalu. Saat itu bagian pintu kamar mandi dan handuk tiba-tiba terbakar.
Kemudian kursi ruang tamu, sebagian kasur kamar, hingga kain di kamar mandi kembali terbakar pada Sabtu (23/5/2026). Kebakaran ini dipicu adanya kebocoran gas metana dari septiktang yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar.
"Hal ini karena gas sudah menyebar di bawah keramik lantai," katanya dihubungi Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Bikin Konten Pocong, Tiga ABG asal Karangmalang Diciduk Polres Sragen
Rumah ini adalah tempat tinggal sekaligus tempat pemotongan ayam. Di sini septiktang digunakan sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga maupun pemotongan ayam. Titik api akibat gas metana masih muncul hingga tadi malam pada pukul 23.00.
Berdasarkan keterangan dari Tim Gegana dan sudah disampaikan ke pemilik rumah, gas metana sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan setelah penanganan.
Hingga hari keenam sejak pertama kali kejadian, tercatat sudah lebih dari 40 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah tersebut. Argo menyebut langkah penanganan yang telah dilakukan adalah perbaikan septiktang, penggantian paralon yang bocor, serta pemasangan saluran pembuangan gas ke udara dari septiktang.
Dia sebut Polsek Seyegan terus melakukan pemantauan dan patroli guna memastikan situasi tetap aman.
"Kami mengimbau warga agar tidak mendekati titik api dan segera melapor apabila terjadi kemunculan api kembali," pesannya.
Sementara itu, Kapolsek Seyegan AKP Pujiono menyebut, rumah AYM ini terus dilakukan pemantauan oleh kepolisian maupun jaga warga karena jadi prioritas demi memastikan keselamatan jiwa. Warga yang tinggal di rumah tersebut sementara juga pindah ke tempat saudaranya dan hanya ada orang untuk berjaga.
"Setiap malam masyarakat bantu nunggu itu dari jaga warga juga," katanya.
Baca Juga: Polres Kulon Progo Selidiki Pungli dengan Modus Lain, Kasus Lurah Garongan Naik ke Tahap Penyidikan
Dia memastikan, titik api yang muncul tidak besar sehingga tidak sampai merembet ke bangunan sekitarnya. Tidak ada korban atas peristiwa ini. Hanya, untuk usaha pemotongan ayam jadi terganggu meski hingga kini nilai kerugian belum bisa ditaksir.
"Memang sudah hampir satu minggu. Tadi malam itu yang kebakar dinding jadi lewat rongga-rongga tau-tau kebakar," tambahnya.
Menurutnya, septiktang sebenarnya sudah disedot sejak Minggu (24/5/2026) dan paralon juga sudah diganti. Hanya, gas sudah terlanjur terakumulasi dalam bangunan sehingga titik api masih terus bermunculan. Titik api ini bisa timbul karena terpicu oleh listrik statis di sekitar lokasi sehingga tidak serta-merta karena ada sumber api.
"Untuk penjagaan ini kami terus lakukan tentatif sesuai dengan perkembangan," ucapnya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita