GUNUNGKIDUL - Aktivitas merebus tulang sapi menggunakan tungku kayu memicu kebakaran rumah di Padukuhan Banyumeneng, Giriharjo, Panggang pada Kamis malam (28/5). Api membakar bagian dapur rumah milik Poniran hingga mengalami kerusakan sekitar 50 persen pada bagian dapur.
Kasubag TU Damkarmat Gunungkidul Ngadiyono menyampaikan, kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30. Berdasarkan hasil asesmen petugas, peristiwa bermula saat pemilik rumah merebus air menggunakan tungku kayu untuk mengolah tulang sapi sisa hewan kurban. Namun, tungku yang masih menyala ditinggal pergi ke rumah tetangga.
Tak lama berselang, lanjut Ngadiyono, istri dan cucu pemilik rumah mendengar suara letupan dari arah dapur. Saat dicek, api sudah membesar dan membakar sebagian bangunan dapur. Warga sekitar kemudian bergotong royong melakukan pemadaman secara manual sebelum petugas datang ke lokasi. Ngadiyono memastikan, penyebab kebakaran bukan karena aktivitas memasak tertentu, melainkan adanya unsur kelalaian saat meninggalkan tungku dalam kondisi menyala.
“Yang kami lihat itu bukan karena memasak apa. Memang saat itu sedang merebus tulang-tulang sapi dari hewan kurban. Tetapi apinya ditinggal menyala, di situ ada unsur kelalaiannya,” ujar Ngadiyono Jumat (29/5).
Menurutnya, api berasal dari tungku kayu yang terus menyala tanpa pengawasan hingga kemudian merembet ke bagian dapur rumah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Sekarang musim kemarau dengan intensitas panas yang menyengat, tanah dan bangunan sekitar lebih kering. Unsur kelalaian ini yang memicu terjadinya kebakaran,” sebutnya.
Kepala Pelaksana Damkarmat Gunungkidul Handoko mengatakan, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 10 juta. Satu keluarga dengan total enam jiwa terdampak dalam kejadian itu. Kerusakan terjadi pada bangunan dapur serta sejumlah peralatan rumah tangga di area terdampak.
“Pagi ini warga bersama relawan melakukan pembersihan material sisa kebakaran,” ujarnya. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova