Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Tragedi Sekeluarga Tewas di Glamping Temanggung, Salah Satunya Fotografer Keraton sekaligus Mahasiswa UGM

Fahmi Fahriza • Jumat, 29 Mei 2026 | 20:51 WIB
Foto almarhum Bagas Amar Hakiki mengenakan busana Keraton Yogyakarta.
Foto almarhum Bagas Amar Hakiki mengenakan busana Keraton Yogyakarta.

JOGJA - Kabar duka datang dari lingkungan Keraton Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Seorang fotografer muda tim dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta sekaligus mahasiswa UGM, Bagas Amar Hakiki 21, ditemukan meninggal dunia bersama tiga anggota keluarganya saat berkemah di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian keempat korban yang ditemukan tewas di dalam tenda pada Rabu (28/5/2026) lalu. Dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan barbeque yang dibawa dan dikonsumsi sendiri selama berkemah.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra mengatakan, sampel makanan yang ditemukan di lokasi telah dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk diperiksa.

Baca Juga: Waspada, Ancaman Digital pada Anak Kian Meningkat: KPAID Dorong Orang Tua Terus Adaptif dan Aktif Awasi Gadget

"Kalau indikasi awal kemungkinan keracunan. Barbeque yang dibawa sendiri oleh korban," kata Komang pada Kamis (28/5/2026).

Selain Bagas, korban lain yakni Muhammad Ali Munawar, 52; Maghfirah, 43; dan Alvino Evan Hakim, 16 warga Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Keempat korban ditemukan meninggal dunia setelah pengelola wisata mendatangi area kemping karena waktu checkout korban telah habis. Saat dicek ke dalam tenda, seluruh korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Polisi sendiri masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian. Selain dugaan keracunan makanan, penyidik juga mendalami kemungkinan paparan gas di dalam tenda.

Baca Juga: Polres Kulon Progo Selidiki Pungli dengan Modus Lain, Kasus Lurah Garongan Naik ke Tahap Penyidikan

Sebagai informasi Bagas merupakan mahasiswa aktif Program Studi Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2022. Selain aktif di dunia fotografi, Bagas diketahui pernah menjadi Ketua Unit Fotografi UGM periode 2023/2024.

Lebih lanjut, kabar meninggalnya Bagas turut serta memunculkan duka mendalam di lingkungan Keraton Yogyakarta. Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno, mengatakan Bagas merupakan bagian dari tim inti dokumentasi sebagai fotografer lepas.

"Betul. Mas Bagas memang salah satu fotografer kami di Kawedanan Tandha Yekti," ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga: Bikin Konten Pocong, Tiga ABG asal Karangmalang Diciduk Polres Sragen

Menurut Kartiutami, Bagas awalnya mengikuti program magang di Kawedanan Tandha Yekti pada 2024. Kemampuan fotografinya yang dianggap bagus, kemudian membuat ia direkrut setelah masa magangnya selesai.

"Dari magang itu kami lihat keahlian fotografinya yang mumpuni, jadi setelah masa magangnya satu tahun selesai, Bagas menjadi bagian dari tim dokumentasi sebagai fotografer lepas," ulasnya.

Secara pribadi, ia menyebut Bagas dikenal sebagai sosok yang ringan tangan dan mudah diandalkan di lingkungan kerja.

"Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik," ujarnya. (iza)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Glamping Temanggung #sekeluarga tewas #keraton yogyakarta #KERACUNAN #UGM