Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Bupati Gunungkidl Siapkan Tandon 5.000 Liter, PDAM Pastikan Ketersediaan Air Bersih Aman selama Kemarau

Yusuf Bastiar • Jumat, 5 Juni 2026 | 21:15 WIB
Jajaran Pemkab Gunungkidul sedang meninjau ketersediaan air di WTP Baron untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tercukupi selama musim kemarau berlangsung. (Yusuf Bastiar/Radar Purworejo)
Jajaran Pemkab Gunungkidul sedang meninjau ketersediaan air di WTP Baron untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tercukupi selama musim kemarau berlangsung. (Yusuf Bastiar/Radar Purworejo)
 
GUNUNGKIDUL - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul memastikan ketersediaan sumber air baku untuk menghadapi musim kemarau tahun ini masih dalam kondisi aman. Namun, distribusi air bersih ke pelanggan masih menghadapi tantangan berupa gangguan pasokan listrik dan keterbatasan saya pompa yang mempengaruhi operasional pendistribusian dan instalasi pengolahan air. 
 
"Kami sudah mempersiapkan berbagai alternatif untuk menyalurkan air bersih kepada pelanggan selama musim kemarau. Kendala yang masih kami hadapi adalah masih sering terjadinya pemadaman listrik yang berdampak pada proses produksi dan distribusi air," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Supriyanto saat ditemui seusai giat Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Pantai Sundak, Jumat pagi (5/6).
 
Baca Juga: Pemkab Sleman Segera Nonaktifkan Sementara Lurah Condongcatur usai Penetapan Tersangka Dugaan Penyalahgunaan TKD
 
Menurut dia, PDAM telah berkoordinasi dengan PLN area Jogjakarta agar sumber-sumber air dan fasilitas produksi milik perusahaan daerah tersebut memperoleh perhatian khusus, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu saat musim kemarau. Supriyanto menjelaskan, persoalan utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan sumber air, melainkan kapasitas produksi dan distribusi yang perlu terus ditingkatkan. Untuk itu,  PDAM berencana melakukan peningkatan sarana produksi melalui penggantian pompa dan penguatan jaringan distribusi.
 
"Kalau sumber air atau kapasitas masih memadai. Cara mengatasi problem itu ya dengan upgrade pompa hingga jaringan distribusi," katanya.
 
Ia mengakui pada sejumlah wilayah pelanggan saat ini masih diterapkan sistem distribusi bergilir. Kebijakan tersebut, kata dia, dilakukan untuk memastikan seluruh pelanggan tetap memperoleh pasokan air secara merata di tengah tingginya kebutuhan selama musim kemarau. Oleh karenanya ia meminta masyarakat dapat memahami kondisi ini. Sebab, di tengah musim kemarau semua warga membutuhkan air. “Sehingga ada jadwal distribusi yang harus kami atur," jelasnya.
 
Baca Juga: Selidiki Dugaan Korupsi Pamong, Inspektorat Audit Kalurahan Bangunkerto Terkait Penyimpangan Anggaran
 
Di sisi lain, PDAM juga melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas layanan melalui pemeliharaan instalasi pengolahan air. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan kerja bakti pembersihan Water Treatment Plant (WTP) Baron dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Menurut Supriyanto, kebersihan instalasi pengolahan menjadi faktor penting untuk memastikan kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap terjaga.
 
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan, pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai tantangan perubahan iklim, termasuk ancaman kekeringan yang berpotensi terjadi pada musim kemarau tahun ini. Menurut Endah, ia telah memulai memperkuat langkah mitigasi kekeringan melalui koordinasi intensif dengan BPBD Gunungkidul.
 
Pemkab, lanjut Endah, juga telah menyiapkan bantuan tandon air berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat maupun sektor pertanian apabila dampak kekeringan semakin meluas. “Awalan kami lakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga persiapan distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat,” terangnya mengakhiri. (bas)
 
 
Editor : Sevtia Eka Nova
#persoalan #distribusi #bupati gunungkidul #AIR BERSIH #Kemarau