Meski tak menang, Azzahra Novitri Wulandari tetap senang mengikuti lomba bakiak. ASN di Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Jogja menyambut baik lomba olahraga tradisonal dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemkot Jogja, Sabtu (7/6). Selain bakiak untuk ASN dan Non-ASN puteri, para ASN dan Non-ASN putera mengikuti lomba Tarik tambang.
Menurutnya lewat kegiatan itu menjadi ruang kebersamaan dan solidaritas antarpegawai. Tidak hanya dalam satu organisasi perangkat daerah (OPD), tapi seluruh OPD Pemkot Jogja. Di antaranya untuk menjaga solidaritas.
“Karena kita tahu OPD kadang-kadang suka masing-masing, kekeluargaannya kurang. Dengan ada acara ini menurutku bagus untuk kita saling jadi kekeluargaan dan kebersamaan,” ucap Azzahra.
Ya, para ASN dan non-ASN Pemerintah Kota Jogja mengikuti senam dan lomba olahraga tradisional pada Sabtu (6/6) di kompleks Balai Kota Jogja. Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan HUT ke-79 Pemkot Jogja.
Senam dan olahraga tradisional juga untuk meningkatkan kesehatan fisik dan kekompakan para pegawai dan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik.
Kegiatan diawali dengan Senam Jogja, aerobik dan zumba yang diikuti para pegawai di Jalan Ipda Tut Harsono. Kemudian lomba olahraga tradisional di gelar di Lapangan Balai Kota Jogja.
Olahraga tradisional yang dilombakan adalah bakiak untuk perempuan dan tarik tambang untuk pria. Keseruan dan kebersamaan terlihat dari para peserta yang mengikuti lomba tersebut. Para ASN dan non-ASN yang tidak menjadi peserta juga hadir memberikan dukungan.
Penjabat Sekda Kota Jogja Dedi Budiono mengatakan peringatan HUT ke-79 Pemkot Jogja menampilkan prestasi-prestasi Pemkot Jogja dalam melakukan pelayanan publik.
Dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat dibutuhkan kesehatan fisik dan kekompakan para ASN dan non-ASN. Hal itu juga sejalan dengan tema HUT ke-79 Pemkot Jogja yakni Aman, Sehat, Resik, Indah.
Menurut dia, untuk pelayanan publik tentu saja dibutuhkan kesehatan fisik juga dan dibutuhkan kekompakan.
“Jadi kegiatan hari ini merefleksikan itu, bagaimana kita meningkatkan kebugaran fisik dan juga melatih kekompakan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik,” kata Dedi ditemui di sela kegiatan.
Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Jogja Sarwanto menyatakan lomba olahraga tradisional dipilih karena sekaligus untuk melestarikan olahraga tradisional.
Selain itu dalam olahraga tradisional memiliki nilai-nilai karakter kebersamaan dan gotong royong. Melalui kegiatan itu diharapkan bisa menjadi ruang kebersamaan dan meningkatkan kekompakan para ASN dan non-ASN Pemkot Jogja.
Pilihan permainan tradisional juga dalam rangka untuk terus nguri-uri olahraga tradisional kita.
“Jangan sampai teman-teman khususnya pegawai PemkotJogja melupakan olahraga tradisional. Ini menjadi sarana saling kumpul dan kebersamaan serta gotong royong bagi teman-teman di Pemkot Jogja," tutur Sarwanto. (**/pra)
Editor : Heru Pratomo