Jari Balita Terjepit Tutup Botol Seng, Damkarmat Gunungkidul Evakuasi dalam Tiga Menit
Yusuf Bastiar• Selasa, 9 Juni 2026 | 19:46 WIB
Regu 1 Damkarmat Gunungkidul sedang mengevakuasi jari balita yang terjepit tutup botol. (Dokumentasi Damkarmat Gunungkidul)
GUNUNGKIDUL - Personel UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul berhasil mengevakuasi seorang balita yang jarinya terjepit tutup botol berbahan seng di Padukuhan Kajar I, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari pada Senin malam (8/6). Proses penyelamatan berlangsung cepat hanya sekitar tiga menit, namun petugas harus menggunakan pendekatan khusus agar korban tidak panik selama proses pelepasan.
Kepala UPT Damkarmat Gunungkidul Handoko mengatakan, laporan masuk ke petugas sekitar pukul 22.30. Korban diketahui berusia 4 tahun. Setelah menerima laporan, lanjut dia, pihaknya langsung menerjunkan Regu 1 Damkarmat menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas memastikan kondisi jari korban terlebih dahulu sebelum melakukan proses pemotongan pelat seng yang menjepit jari.
“Saat sedang bermain korban memasukkan jarinya ke dalam tutup botol souvenir hingga mengakibatkan jarinya terjepit. Orang tua kemudian melapor ke kantor damkar untuk meminta bantuan evakuasi,” ujarnya kepada wartawan Selasa (9/6).
Ndan Regu 1 Damkarmat Gunungkidul Agus Indratmoko mengatakan, saat laporan diterima korban dalam kondisi menangis karena merasa kesakitan. Berbagai upaya yang dilakukan keluarga untuk melepaskan tutup botol termasuk menggunakan sabun, tidak membuahkan hasil. Menurut Agus, pendekatan psikologis menjadi bagian penting dalam penanganan kasus yang melibatkan anak-anak. Sebelum melakukan evakuasi, ia terlebih dahulu meminta orang tua mendampingi korban agar merasa aman dan nyaman.
“Pada awal laporan masuk ke kami, anak itu menangis. Ketika sampai, kami tidak langsung melakukan evakuasi. Kami pastikan ketika proses pelepasan didampingi oleh orang tua. Jadi kami meminta bapaknya memangku anaknya selama proses berlangsung,” jelasnya.
Selain pendampingan orang tua, petugas juga mengalihkan perhatian korban dengan memutar tayangan YouTube Kids berisi kartun anak-anak. Cara tersebut, kata dia, dilakukan untuk mengurangi rasa takut sekaligus membuat korban lebih tenang selama proses penyelamatan. Setelah korban dalam kondisi lebih tenang, petugas mulai memotong tutup botol menggunakan gerinda mini. Untuk mencegah panas dari gesekan gerinda mengenai kulit korban, petugas menyisipkan gagang sendok di antara jari dan plat seng serta mengalirkan air selama proses pemotongan berlangsung.
“Tekniknya kalau gerinda sama anak kecil harus hati-hati,” terang Agus.
Meski beberapa kali korban sempat berteriak karena merasa sakit, proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dalam waktu sekitar tiga menit, tutup botol berhasil dilepaskan dari jari korban. Agus menambahkan, metode pendampingan orang tua dan pengalihan perhatian menggunakan tontonan anak merupakan prosedur yang kerap diterapkan petugas saat menangani korban balita maupun anak-anak.
“Untuk penanganan anak kecil memang kami utamakan pendampingan dari orang tua agar anak merasa percaya dan tenang. Biasanya kami sarankan juga menonton YouTube Kids supaya perhatiannya teralihkan selama proses evakuasi,” pungkasnya mengakhiri. (bas)