KULON PROGO - Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax mengalami kenaikan Rabu (10/6). Dari harga dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter atau naik Rp 3.950. Kondisi ini, memicu peralihan pola konsumsi BBM non-subsidi masyarakat.
Pantauan di SPBU Wates, antrean tampak mengular untuk pengisian Pertalite. Beberapa kali kendaraan roda dua yang menuju jalur Pertamax, langsung beralih ke antrean Pertalite.
Salah satu pengguna roda dua yang mengisi Pertamax adalah Rina Hariyati. Meski tahu kenaikan harga, dia masih memilih mneggunakan BBM non-subsidi. "Sebenarnya tahu kalau naik, tapi tetap saja kaget karena naiknya sekitar Rp 4 ribu," ungkapnya Rabu (10/6).
Kini, dia hanya bisa menyesuaikan pembelian Pertamax. Nominalnya masih sama di angka Rp 25 ribu untuk sekali isi. "Kalau di harga sebelumnya masih bisa terjangkau," ungkapnya.
Baca Juga: Jari Balita Terjepit Tutup Botol Seng, Damkarmat Gunungkidul Evakuasi dalam Tiga Menit
Sementara itu, warga Kotagede Fiqih Pratama yang selama ini menggunakan Pertamax cukup merasakan dampak kenaikannya. Kenaikan harga tersebut membuatnya harus menghitung ulang pengeluaran transportasi bulanannya. Terlebih, kendaraan yang digunakannya dipakai setiap hari untuk bekerja dan beraktivitas.”Bisa jadi beralih ke Pertalite kalau harga ini bertahan lama," katanya.
Terpisah, Kepala Unit SPBU 44.55.602 Wates Linda Kusdahliyana mengaku, mendapat informasi akan banyaknya masyarakat yang mendaftar akun penerima BBM subsidi di My Pertamina. Sehingga, potensi lonjakan konsumsi BBM subsidi khususnya Pertalite akan terjadi. "Sejauh ini distribusi BBM cukup lancar, walau ada kuota maksimal pemesanan," ungkapnya. (gas/iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova