Nasional Purworejo 24 Jam Kebumen Magelang Khazanah Budaya Wisata Jawa Tengah Jogjakarta Lifestyle Sosok Ekonomi Bisnis Parlementaria Pendidikan Sport

Gubernur DIY HB X Imbau Masyarakat di Tengah Kenaikan Harga BBM "Penghasilan Tetap Jangan Hidup Boros"

Fahmi Fahriza • Senin, 15 Juni 2026 | 20:54 WIB
Headshot: Gubernur DIY HB X di Kompleks Kepatihan, Senin (15/6/2026). (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Headshot: Gubernur DIY HB X di Kompleks Kepatihan, Senin (15/6/2026). (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup hemat dan menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan ekonomi. Menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sejak Rabu (10/6/2026) lalu.

Di antaranya, harga Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Adapun harga Pertalite dan Biosolar subsidi tetap masing-masing Rp10.000 dan Rp 6.800 per liter.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang saat ini dihadapi masyarakat perlu disikapi dengan bijak melalui pengelolaan kebutuhan rumah tangga yang lebih terukur. Masyarakat diminta menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan agar kondisi keuangan tetap terjaga.

 Baca Juga: Demo Mahasiswa Tak Ditemui Bupati di Kebumen, Nilai Sosok Pemimpin yang Tidak Peka

"Ya kita ini jangan hidup boros. Kondisi memang penghasilannya tetap, mestinya dijaga bagaimana kebutuhan itu jangan di luar kemampuan, kan gitu," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (15/6/2026).

HB X menilai gaya hidup konsumtif justru akan menambah beban masyarakat ketika harga sejumlah kebutuhan mengalami kenaikan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uang dan memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar penting.

Baca Juga: Delapan SPPG di Kabupaten Kulon Progo Ditutup Sementara, IPAL Tak Sesuai Standar Jadi Alasan

Menurutnya, kebiasaan membeli barang yang tidak dibutuhkan hanya akan membebani kondisi ekonomi keluarga tanpa memberikan manfaat yang sepadan.

"Karena hidup boros itu untuk apa? Akhirnya beli yang enggak perlu, punya aset yang sebetulnya enggak perlu, untuk apa?," tegasnya.

Saat dikonfirmasi mengenai aspek teknis penggunaan BBM, termasuk terkait kendaraan dinas di lingkungan Pemprov DIY dan BBM bersubsidi, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci hal tersebut.

"Lah itu teknis lebih tahu Bu Sekda, bukan saya. Saya enggak tahu," tambahnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pola hidup hemat #kenaikan bbm nosubsidi #jangan boros #Penghasilan Tetap #Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X