KULON PROGO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mulai melakukan penyesuaian pada layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan (damkarmat). Cara ini berpengaruh pada penggunaan operasinal kendaraan dan mampu menghemat uang BBM Rp 2 juta per bulan.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Damkarmat BPBD Kulon Progo Eko Susanto menjelaskan, pagu anggaran BBM telah mengalami pemangkasan sejak efisiensi di awal tahun. Hal serupa kembali dilakukan setelah adanya kenaikan harga BBM.
Anggaran BBM untuk operasional BPBD, lanjutnya, mayoritas digunakan untuk operasional damkarmat. Layanan damkarmat biasanya menggunakan mobil pemadam, truk tangki, hingga mobil penyelamatan.
Damkarmat Kulon Progo memiliki tiga mobil pemadam. Satu di antaranya memerlukan BBM non-subsidi berjenis Dexlite, karena mesin kendaraan bertipe Euro 4. Selain mobil pemadam, truk tangki turut membutuhkan BBM non-subsidi.
Kendaraan operasional damkarmat seperti mobil bak terbuka dan mobil penumpang turut mengonsumsi Dexlite. Padahal harga Dexlite selama beberapa bulan terakhir terus membengkak. Dari Rp 14 ribu naik menjadi Rp 23 ribu per liter. "Kami melakukan efisiensi, prediksinya sampai bulan Oktober anggaran masih mencukupi atau sampai APBD perubahan," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (17/6).
Baca Juga: PMII Tuding Keluarga Bupati Kebumen Ikut Kelola Dapur MBG, Wabup Sebut karena Minimnya Pemodal
Kenaikan BBM non-subsidi membuat pihaknya perlu memutar otak. Alhasil, pihaknya menerapkan beberapa skema penghematan. Paling mencolok adalah penghematan di bidang sosialisasi dan edukasi masyarakat. Program sosialisasi kebakaran ini mulai difokuskan dalam dua pertemuan selama seminggu. "Kalau dulu satu sekolah satu kegiatan, sekarang dikumpulkan beberapa sekolah," ungkapnya.
Damkarmat juga melakukan penyesuaian pada program penyelamatan sarang tawon. Biasanya setiap kali terdapat laporan, personel akan langsung melakukan penanganan. Kini kegiatan tersebut dipusatkan menjadi seminggu dua kali.
Upaya efisiensi dengan mengoptimalkan kegiatan membuahkan hasil. Rata-rata konsumsi BBM menurun drastis. Dari sebelumnya Rp 7 juta per bulan, kini cukup Rp 5 juta per bulan.
Kendati melakukan efisiensi, pihaknya memastikan pelayanan kedaruratan tetap berjalan normal. Layanan kedaruratan berupa pemadaman kebakaran, hingga penyelamat satwa.
Sementara itu, Anggota Damkarmat Kulon Progo Jimmi Ridho menjelaskan, efisiensi konsumsi BBM tak membuat pihaknya mengalami kendala. Lantaran, penyesuaian hanya merubah pola kerja damkar agar lebih efisien. ”Sejauh ini kami tidak menemukan kendala, pelayanan kedaruratan juga tetap berjalan," ungkapnya. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Nova